tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara melantik lima pejabat eselon 1 pada Jumat (23/10/2026) lalu. Dari Astera Primanto Bhakti hingga Neilmaldrin Noor, berikut profil singkat kelima pejabat baru Kemenkeu tersebut.
Sebelumnya, pelantikan kelima pejabat eselon 1 Kemenkeu yang baru tersebut telah dilakukan di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta. Suahasil Nazara memimpin langsung acara tersebut pada Jumat lalu.
Sementara itu, kelima pejabat baru yang dilantik itu terdiri dari Astera Primanto Bhakti, Tri Budhianto, Nufransa Wira Sakti, Hidayat Amir, dan Neilmaldrin Noor. Mereka kini mengisi jabatan-jabatan eselon 1 di lingkungan Kemenkeu, mulai dari Sekretaris Jenderal Kemenkeu hingga Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
Berdasarkan siaran pers yang diterima Tirto, Menteri Suahasil menyebut bahwa penunjukkan kelima sosok tersebut dilakukan untuk memperkuat kolaborasi antar unit di lingkungan Kemenkeu. Hal ini, katanya, diharapkan dapat memicu kerja sama kolaboratif guna mendukung “pelaksanaan mandat” yang diberikan kepada Kemenkeu.
“Gunakan kepercayaan tersebut untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan,” tutur Suahasil.
Profil Lima Pejabat Eselon 1 Kemenkeu yang Baru
Ditilik dari rekam jejaknya, berikut profil kelima pejabat eselon 1 yang baru di lingkungan Kemenkeu.
1. Astera Primanto Bhakti
Sebelum kini jadi Sekjen Kemenkeu, Astera dikenal sebagai birokrat dengan karier yang cukup panjang di kementerian tersebut. Ia berkarier di Kemenkeu sejak 1992 lalu.Karier itu dimulai Astera setelah lulus dari Jurusan Manajemen Universitas Jenderal Soedirman pada 1990. Sejak itu, ia meniti karier hingga menjabat berbagai jabatan strategis di Kemenkeu.
Astera mulai merasakan kenaikan karier pada dekade 2010-an. Pada periode itu, ia sempat ditunjuk jadi Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara pada 2015, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan pada 2017, dan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan pada 2018.
Kemudian, pada 2022, Astera ditunjuk jadi Direktur Jenderal Perbendaharaan. Jabatan itu ia emban sebelum kini ditunjuk jadi Sekjen Kemenkeu.
Di luar Kemenkeu, Astera pernah menjabat sebagai Komisaris PT Indosat Tbk. Selain itu, ia juga pernah menjadi Komisaris Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kedua jabatan itu ia emban secara beriringan pada 2015.
2. Tri Budhianto
Tri Budhianto kini resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu. Posisi itu diberikan kepada Tri Budhianto untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Astera Primanto Bhakti yang ditunjuk jadi Sekjen Kemenkeu.Serupa Astera, Tri Budhianto juga merupakan birokrat dengan pengalaman panjang di Kemenkeu. Ia telah bekerja di kementerian itu sejak 1992 lalu.
Sebelum kini menjabat Direktur Jenderal Perbendaharaan, Tri merupakan Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman pada Direktorat Jendearl Anggaran Kemenkeu. Ia ditunjuk untuk mengemban jabatan itu pada 2025 lalu.
Jauh ke belakang, lulusan Universitas Brawijaya ini tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Riau pada 2018, Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Bali pada 2019, dan Direktur Pelaksanaan Anggaran pada DJPb pada 2021.
3. Nufransa Wira Sakti
Sementara itu, Nufransa Wira Sakti kini resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Pelantikan pada Jumat lalu merupakan penyerahan jabatan secara definitif setelah sebelumnya ia menjabat pada posisi yang sama sebagai pelaksana tugas (plt).Kendati kini menjadi pejabat Kemenkeu, namun Nufransa mula-mula adalah seorang Sarjana Komputer. Gelar itu ia dapatkan dari Universitas Gunadarma pada 1994 lalu.
Nufransa justru berhasil menapaki tangga karier di bidang keuangan melalui Kemenkeu. Rekam jejaknya cukup panjang di kementerian tersebut.
Ia pernah menabat sebagai Kepala Subdirektorat Manajemen Transformasi DJP pada 2012. Ia juga pernah jadi Chief Change Management Officer I pada Kantor pusat Transformasi Kemenkeu pada 2014.
Pada 2016, ia tercatat sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu. Kemudian, pada 2020, ia merupakan staf ahli menteri untuk bidang pengawasan pajak. Jabatan sebagai staf ahli ini ia emban hingga kemudian dijadikan Plt. Dirjen Perimbangan Keuangan dan kini secara definitif pada Jumat lalu.
4. Hidayat Amir
Hidayat Amir kini merupakan pejabat Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Kemenkeu. Hidayat merupakan birokrat Kemenkeu lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), ia lulus dari sekolah ikatan dinas itu pada 1996.Awal kariernya di Kemenkeu banyak dihabiskan Hidayat di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Kemudian pada dekade 2010-an, ia menjabat sejumlah tugas strategis di Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Selama menjalankan tugas di BKF, Hidayat pernah menjabat sebagai Koordinator Peneliti BKF, Plt. Kepala Pusat Kebijakan APBN, hingga Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF.
Setelah lama di BKF, ia ditarik Sekretariat Jenderal Kemenkeu untuk mengisi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan. Baru kemudian pada 2025 ia ditunjuk jadi Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Kini, pada Oktober 2026 ia dipercaya jadi Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Kemenkeu.
5. Neilmaldrin Noor
Neilmaldrin Noor merupakan birokrat Kemenkeu kelahiran 1969. Ia merupakan lulusan Sarjana Ekonomi dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta pada 1993.Kini ia merupakan Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak setelah dilantik pada Jumat lalu. Namun, jauh sebelum itu, Neilmaldrin punya rekam jejak panjang di bidang pajak.
Ia merupakan Kepala Kantor Wilayah DJP Nusa Tenggara pada 2015; Kepala Kantor Wilayah DJP Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara pada 2015; Kepala kantor Wilayah DJP Jawa Timur II pada 2017; dan Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Barat I pada 2019.
Pada 2021, Direktorat Jenderal Pajak menariknya untuk jadi Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat. Kemudian pada 2023, ia ditunjuk jadi Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan II.
Pada 2025, ia tercatat sebagai Direktur Intelijen Perpajakan DJP. Jabatan ini ia emban hingga Menteri Suahasil Nazara menunjuknya jadi Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak pada Oktober 2026.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id






































