Menuju konten utama

Cak Imin Minta Kemenkeu Tak Pelit Anggaran Pemberdayaan

Cak Imin menilai anggaran pemberdayaan merupakan investasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bansos.

Cak Imin Minta Kemenkeu Tak Pelit Anggaran Pemberdayaan
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dalam agenda Dialog Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang dihadiri sejumlah Kementerian/Lembaga di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026). tirto.id/Rahma
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, meminta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, membantu meyakinkan Kementerian Keuangan agar tidak pelit dalam mengalokasikan anggaran pemberdayaan masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam agenda Dialog Nasional Pemberdayaan Masyarakat yang dihadiri sejumlah Kementerian/Lembaga di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

“Ini Pak Profesor [Rachmat Pambudy] yang harus didoktrinkan di otak Kementerian Keuangan. Supaya enggak pelit dengan anggaran pemberdayaan. Karena salah satu sebab ini pelitnya Kementerian Keuangan ini,” kata Cak Imin.

Cak Imin menilai anggaran pemberdayaan merupakan investasi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bantuan sosial (bansos).

Menurut dia, program pemberdayaan yang berjalan efektif berpotensi mengurangi kebutuhan anggaran bansos pada masa mendatang. Cak Imin bahkan menjamin jumlah anggaran untuk bansos dapat berkurang dalam lima tahun ke depan.

“Makanya jangan pelit-pelit untuk anggaran pemberdayaan,” ujarnya.

Dia juga meminta kementerian dan lembaga tidak menjadikan program pemberdayaan sebagai sasaran pemangkasan ketika pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

“Ketika ada efisiensi anggaran, janganlah mengurangi anggaran pemberdayaan! Janganlah mengurangi anggaran pemberdayaan!” kata dia.

Cak Imin mengatakan anggaran pemberdayaan justru dapat meningkatkan pendapatan negara pada periode anggaran berikutnya. Karena itu, dia meminta pemerintah menyelaraskan perencanaan dan penganggaran agar program pemberdayaan tidak hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan nasional.

Pemerintah, kata dia, menargetkan angka kemiskinan turun menjadi maksimal 5 persen pada 2029. Cak Imin juga menargetkan sedikitnya dua juta orang tidak lagi menerima bansos dan dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan.

Baca juga artikel terkait CAK IMIN atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama