tirto.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan, termasuk Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Senin (26/10/2026).
Data pemantauan karhutla menunjukkan total titik panas di enam provinsi mencapai 1.593 titik, sedangkan titik api (fire spot) tercatat sebanyak 197 titik.
Prakirawan BMKG, Nazmi Nariyah, dalam video prakiraan cuaca yang disampaikan melalui kanal YouTube BMKG pada Minggu pagi, menyebutkan bahwa hujan ringan berpotensi terjadi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Selain itu, hujan disertai petir berpotensi terjadi di Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Sementara itu, kondisi udara berupa asap atau kabut diprakirakan terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Samarinda, Kalimantan Timur.
Sejumlah warganet di media sosial turut mengungkapkan jika pada Minggu (25/10) hujan mengguyur Kalimantan.
“Kalimantan selatan hujannnn!!!! Alhamdullilah yaAllah hujan paling deras di 4 bulan ini selama karhutla,” tulis akun Thread @astrdprtw pada Minggu.
“Semalam hujan lebat dalam hati berdoa juga moga hujan juga di kalimantan. Allhamdulillah,” tulis akun Thread @dhieeya_.
“Palangkaraya pagi ini hujan deras.tp blom ada kabar dr tanjung putin kak. Saya cek di prakiraan cuaca mungkin siang ini tj putin hujan Aamiin,” ujar akun Thread @astrdprtw hari ini.
Dari website BMKG, terlihat kota-kota di Kalimantan Barat pada Senin (26/10) diperkirakan mengalami hujan ringan hingga petir. Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur juga diperkirakan akan hujan hari ini.
Data Terbaru Titik Panas dan Luas Karhutla
Berdasarkan data pemantauan karhutla Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 25 Oktober 2026 yang mencakup enam provinsi, total titik panas tercatat mencapai 1.593 titik, dengan 197 titik di antaranya teridentifikasi sebagai titik api (fire spot).
Luas lahan yang terbakar selama 24 jam terakhir mencapai 10.781 hektare. Upaya penanganan melalui pemadaman darat dan udara telah mencakup area seluas 877,76 hektare, yang terdiri atas 790,26 hektare melalui jalur darat dan 87,5 hektare melalui jalur udara. Adapun luas lahan yang masih akan dipadamkan tercatat mencapai 1.541,25 hektare.
Selain memantau titik panas dan luas lahan terbakar, kondisi kualitas udara menjadi indikator penting untuk melihat dampak karhutla terhadap masyarakat.
1. Kalimantan Barat
Kualitas udara di Kalimantan Barat tercatat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya. Jarak pandang di bandara terdekat dilaporkan berkisar antara 0,1 hingga 6 kilometer.2. Kalimantan Tengah
Kualitas udara di Kalimantan Tengah berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, dengan jarak pandang di bandara terdekat kurang dari 5 kilometer.3. Kalimantan Selatan
Kualitas udara di Kalimantan Selatan juga tercatat berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya dengan jarak pandang di bandara terdekat kurang dari 10 kilometer.4. Riau
Kualitas udara tercatat berkisar dari sedang hingga sangat tidak sehat, dengan jarak pandang di bandara terdekat sekitar 4,5 kilometer.5. Jambi
Kualitas udara dilaporkan berada pada kategori berbahaya, dengan jarak pandang lebih dari 4 kilometer.6. Sumatra Selatan
Kualitas udara berada pada kategori sedang hingga berbahaya, dengan jarak pandang berkisar antara 0,8 hingga 10 kilometer.Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id































