Menuju konten utama

Plan Indonesia Pulihkan Hak Pendidikan Anak Pascagempa Flores

Plan Indonesia menggelar Training of Trainers (ToT) untuk mendukung pemulihan pendidikan anak-anak terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Plan Indonesia Pulihkan Hak Pendidikan Anak Pascagempa Flores
Plan Indonesia membuka pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk mendukung pemulihan pendidikan anak-anak terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (FOTO/Jay Jasmin)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Plan Indonesia membuka pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk mendukung pemulihan pendidikan anak-anak terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) ini, digelar di SD Inpres 1 Marapokot, Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pendidikan anak pascabencana.

Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan pelatihan tersebut merupakan tahap lanjutan dari kegiatan sebelumnya. Melalui program ini, pengetahuan yang diperoleh Plan Indonesia dari pengalaman merespons bencana di berbagai wilayah diharapkan dapat diteruskan kepada para pendidik, bukan hanya berhenti di tingkat organisasi.

“Kenapa memang ada pelatihan Training of Trainers itu? Supaya memang ilmunya itu dibagikan langsung kepada ibu, bapak, di sekolah-sekolah. Jadi bukan berhenti di Plan,” ujar Dini dalam sambutan pembukaan pelatihan.

Ia menegaskan keberlanjutan pendidikan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam situasi darurat maupun setelah bencana. Kegiatan belajar di sekolah merupakan bagian dari keseharian anak yang dapat terganggu ketika bencana merusak fasilitas pendidikan dan memaksa mereka meninggalkan ruang belajar.

“Pendidikan harus terus berlanjut dalam kondisi apa pun,” katanya.

Plan Indonesia Pelatihan ToT

Plan Indonesia membuka pelatihan Training of Trainers (ToT) untuk mendukung pemulihan pendidikan anak-anak terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). (FOTO/Jay Jasmin)

Dini juga menyoroti semangat anak-anak di NTT untuk kembali bersekolah setelah gempa. Berdasarkan pengalamannya mengunjungi wilayah terdampak sekitar sepekan setelah bencana, ia melihat bahwa anak-anak merindukan kesempatan untuk kembali belajar dan bertemu dengan teman-teman mereka.

Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat anak memperoleh pendidikan, tetapi juga lingkungan yang memberikan rasa aman dan membantu memulihkan kondisi mereka setelah mengalami bencana.

Oleh karena itu, upaya mengembalikan anak-anak ke sekolah perlu terus dilakukan, termasuk melalui penyelenggaraan pembelajaran di kelas darurat.

Sebagai organisasi yang berfokus pada pemenuhan hak anak, Plan Indonesia turut mendorong pemulihan hak pendidikan bagi anak-anak terdampak bencana. Dukungan tersebut dilakukan bersama berbagai pihak dengan memperhatikan kebutuhan lain yang turut memengaruhi kehidupan anak dan keluarga mereka.

Selain mendukung keberlanjutan pendidikan, Plan Indonesia juga menyebut sejumlah bentuk bantuan, antara lain penyediaan air bersih, kegiatan psikososial, paket sekolah, dan paket kesehatan menstruasi bagi remaja putri.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemulihan sekaligus membantu anak-anak, khususnya remaja putri, menjaga kesehatan selama masa pascabencana.

Lebih lanjut, ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi bekal bagi para pendidik untuk meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu menjadi bagian penting dalam pendidikan, mengingat Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap berbagai bencana.

Melalui pelatihan ini, pengetahuan dan pengalaman penanganan pendidikan dalam situasi bencana diharapkan dapat diterapkan di sekolah-sekolah untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran serta mendukung pemulihan anak-anak di wilayah terdampak gempa Flores.

“Bencana kita tidak harapkan dan kita tidak tahu kapan dia datang, tapi kita harus selalu siap sedia. Karena itu pasti akan terjadi lagi. Apalagi di Indonesia ini, kita negara yang amat rentan,” tegasnya.

====

Reporter: Jay Jasmin

Baca juga artikel terkait PENDIDIKAN atau tulisan lainnya dari Intan Umbari Prihatin

tirto.id - Flash News
Penulis: Intan Umbari Prihatin
Editor: Bayu Septianto