tirto.id - Plan Indonesia terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk mendukung pemulihan masyarakat setelah gempa Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan tersebut mencakup pemenuhan kebutuhan air bersih, perlindungan anak, pendampingan psikososial, serta upaya memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan aman.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan, koordinasi dengan pemerintah daerah telah dilakukan secara rutin, termasuk untuk mendukung program selama masa pascabencana. Plan Indonesia juga telah bekerja di sejumlah desa di Kabupaten Manggarai selama beberapa tahun melalui berbagai program yang berfokus pada kesejahteraan anak.
Program tersebut mencakup pendidikan anak usia dini, persiapan anak memasuki sekolah, kesehatan, pencegahan stunting, dan pendidikan. Menurut Dini, program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung anak-anak sebelum maupun setelah bencana.
“Memang kita berkoordinasi secara erat dan kita mendukung program-program terutama dalam masa pascabencana ini,” ujar Dini saat ditemui di Posko Tanggap Darurat Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (18/10/2026).
Dalam tahap awal pemulihan pascabencana, Plan Indonesia berupaya membantu memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih dan anak-anak mendapatkan perlindungan. Pendampingan psikososial juga dilakukan di sekolah dan komunitas agar anak-anak dapat mengurangi rasa takut setelah mengalami bencana, kembali merasa aman, dan melanjutkan kegiatan belajar.
Dini menjelaskan, Plan Indonesia telah mengadakan pelatihan psikososial, termasuk dengan melibatkan masyarakat. Namun, masih terdapat kebutuhan untuk memperkuat sistem rujukan bagi anak-anak yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, tenaga kesehatan dan guru bimbingan konseling (BK) dinilai perlu mendapatkan pelatihan tambahan agar dapat membantu mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan dukungan psikologis lebih lanjut.
Di sektor pendidikan, ruang kelas darurat yang telah dibangun menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pembelajaran. Menjelang musim hujan, penyesuaian ruang kelas darurat juga diperlukan agar fasilitas tersebut dapat digunakan sesuai kondisi di lapangan. Dini mengatakan Plan Indonesia akan menindaklanjuti kebutuhan tersebut dengan mengikuti arahan dan koordinasi bersama pemerintah daerah.
Dini menambahkan, program Plan Indonesia memiliki acuan awal atau baseline. Meski demikian, pengembangan program akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang dapat berubah selama masa pemulihan.
“Kita sudah punya baseline, ini yang akan kita lakukan, tetapi kemudian dalam pengembangannya ini bisa disesuaikan dengan konteksnya,” katanya.
Ia berharap pemulihan pascagempa dapat menjadi momentum bagi masyarakat Manggarai untuk bangkit dan membangun ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi bencana. Dini juga berharap anak-anak dapat kembali bersekolah dengan aman dan nyaman, sekaligus mengejar ketertinggalan pembelajaran akibat gempa.
“Harapannya tentu untuk masyarakat, supaya bisa lebih tangguh, membangun lebih baik lagi, bangkit sehingga anak-anak bisa kembali lagi sekolah, dan merasa aman, nyaman, mengejar ketinggalan juga mungkin,” tuturnya.
Reporter: Jasmin
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id


































