tirto.id - Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) melonjak hingga 30 persen dan mengalami auto rejection atas (ARA), dari Rp50 menjadi Rp67 pada pukul 10.20 WIB, Rabu (7/1/2026). Meski demikian, pergerakan saham emiten properti tersebut kembali merosot ke level Rp60 lima menit jelang jeda perdagangan sesi pertama.
Pada pukul 12.00 WIB, saham DADA tercatat parkir di level Rp60 atau telah melesat sebesar 20 persen.
Pergerakan tiba-tiba saham DADA bukan kali ini saja terjadi. Sebelumnya pada awal Agustus hingga Oktober 2025, emiten ini sempat terbang dari Rp8 per saham hingga ke level tertingginya Rp178 per saham.
Beriringan dengan tren kenaikan tersebut, struktur pemegang saham Dada mengalami perubahan. Mengutip keterbukaan informasi, mulanya kepemilikan terkonsentrasi pada satu pemegang saham mayoritas dengan porsi di atas 66 persen hingga Juli 2025.
Kondisi mulai bergeser pada Agustus-September 2025, ketika DADA dirumorkan bakal diakuisisi The Vanguard Group AS. Saat itu, persentase kepemilikan pemegang saham besar turun ke kisaran 58 persen, sementara porsi kepemilikan publik dengan porsi di bawah 5 persen meningkat hingga lebih dari 40 persen.
Perubahan paling drastis terlihat pada Oktober-November 2025, di mana jumlah saham yang dimiliki pemegang saham besar turun signifikan dari sekitar 4,35 miliar saham menjadi 2,2 miliar saham, sehingga persentasenya anjlok menjadi sekitar 29,6 persen.
Pada saat yang sama, porsi kepemilikan publik melonjak menjadi lebih dari 70 persen. Lonjakan tersebut juga diiringi peningkatan jumlah pemegang saham ritel, dari puluhan ribu pada September menjadi lebih dari 70 ribu pada Oktober-November.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































