tirto.id - Bacaan talbiyah dan shalawat thola'al badru alaina menggema di Burj Rawdak Hotel saat rombongan jemaah haji kloter 44 dari Embarkasi SOC turun dari bus. Para tamu Allah ini disambut begitu meriah dan khidmat.
Bacaan talbiyah dan thola'al yang dipimpin Abdul Jalil Abdullah Almusfi, orang Madura yang sudah 35 tahun bermukim di Makkah, mengiringi derap langkah kaki jemaah haji asal Kabupaten Kudus dan Blora, saat memasuki hotel yang berada di Sektor 5 Makkah, di wilayah Raudhah. Dengan suara merdunya, ia memandu jemaah melafalkan kalimat talbiyah dengan khusyuk.
Tangis haru dan senyum bahagia tumpah. Saya yang berada di lokasi merinding menyaksikan momen bersejarah saat Mbah Suyatni, Mbah Soemoeljati, Mbah Muryati, dan jemaah lansia lain melantunkan talbiyah dari atas kursi roda. Semangat mereka membara. Letih usai perjalanan panjang terobati saat menginjakkan kaki di Tanah Haram.
Para dhuyufurrahman ini telah sabar menunggu belasan hingga puluhan tahun demi memenuhi panggilan Allah ke baitullah. Di usia yang sudah tidak muda lagi dan tubuh ringkih, mereka dengan penuh bahagia menunaikan rukun Islam kelima.
Sebanyak 360 jemaah haji asal Jawa Tengah ini mengawali fase gelombang kedua kedatangan jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. 360 jemaah ini terdiri dari 168 laki-laki dan 192 perempuan.
Berdasarkan data yang diperoleh Tim Media Center Haji (MCH), dari 360 jemaah tersebut, 185 jemaah berusia kurang dari 60 tahun, sementara 175 lainnya berusia di atas 60 tahun.
Di antara ratusan jemaah ini, terdapat 15 jemaah yang menggunakan kursi roda. Mereka adalah jemaah lansia dengan pendampingan yang mayoritas adalah perempuan.
Para jemaah yang menggunakan kursi roda ini diangkut bus khusus, bus yang ramah lansia.
Para tamu Allah ini disambut di lobi hotel. Tangis haru tak terbendung saat lantunan talbiyah mulai menggema. Apalagi saat Abdul Jalil yang memandu lantunan talbiyah memberikan mic nya kepada para jemaah yang duduk di deretan kursi roda.
“Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika lak.”
Jemaah Istirahat Dulu Sebelum Umrah Wajib
Kepala Sektor 5 Makkah, Wilayah Raudhah, Muh. Ikhsan, mengatakan, kondisi jemaah, terutama yang lansia, tentu capek setelah melakukan perjalanan jauh sekitar 10-11 jam. Ditambah lagi lima jam sebelum take off mereka sudah didorong ke bandara karena fast track.
"Terus sampai di Jeddah langsung didorong ke sini," kata Ikhsan kepada MCH di sela-sela menerima kedatangan jemaah perdana ini, Kamis (7/5/2026).
Ikhsan mengatakan, PPIH Arab Saudi Daker Makkah meminta kepada petugas kloter selama di perjalanan agar jemaah istirahat yang cukup. Di sisi lain, jemaah juga diimbau agar menjaga ihramnya karena mereka sudah pakai ihram sejak di Tanah Air.
"Karena dari embarkasi mereka sudah diminta untuk berpakaian ihram. Walaupun belum berniat ihram," kata Ikhsan menambahkan.
Karena itu, kata Ikhsan, jemaah tidak langsung melakukan umrah wajib, melainkan istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan tenaga sebelum tawaf dan sa'i yang memerlukan tenaga ekstra.
Sesuai jadwal yang sudah ditentukan PPIH Arab Saudi Daker Makkah, maka jadwal umrah wajib bagi jemaah kloter 44 SOC baru dilakukan pada malam hari.
Selain itu, kata Ikhsan, pihaknya juga meminta tim medis untuk mengecek kesehatan jemaah.
"Insyaallah kami terus koordinasi dengan petugas kloter dan petugas rombongan," kata dia.
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































