Menuju konten utama

Dari Arafah ke Mina, Begini Wajah Baru Fasilitas Haji 2026

Penyelesaian infrastruktur ini menjadi bukti keseriusan para petugas haji dalam melayani tamu Allah.

Dari Arafah ke Mina, Begini Wajah Baru Fasilitas Haji 2026
Satgas Operasi Armuzna meninjau lokasi tempat wukuf di Arafah, mengecek kesiapan tenda-tenda yang akan ditempati jemaah haji Indonesia pada puncak haji. foto/ Tim Media Center Haji (MCH) 2026

tirto.id - Jejak persiapan menyambut jutaan jemaah pada fase puncak ibadah haji terus dikebut tanpa mengenal waktu. Tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan menyusuri langsung pusat persiapan infrastruktur di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Perjalanan ini menyingkap kesibukan para petugas, terutama Satgas Operasi Armuzna, dalam memastikan kenyamanan tamu Allah. Memasuki gerbang markaz di Padang Arafah, lorong-lorong antartenda kini telah dipasangi kamera pengawas CCTV guna menjamin keamanan jemaah selama 24 jam.

Satgas Operasi Armuzna

Satgas Operasi Armuzna meninjau lokasi tempat wukuf di Arafah, mengecek kesiapan tenda-tenda yang akan ditempati jemaah haji Indonesia pada puncak haji. foto/ Tim Media Center Haji (MCH) 2026

Di dalam tenda, kenyamanan jemaah benar-benar diperhatikan mulai dari struktur paling bawah. Sebelum dilapisi karpet tebal, permukaan tanah gurun pasir Arafah kini ditutupi lantai tambahan yang cukup tebal.

Konstruksi lantai tambahan tersebut dirancang untuk memastikan permukaan tetap rata sekaligus menghalau hawa panas dari bawah tanah. Di atas alas itu, tumpukan kasur busa baru yang tebal telah disiapkan untuk segera didistribusikan.

Setiap jemaah nantinya dipastikan mendapatkan satu kasur, lengkap dengan bantal, seprai, dan selimut. Untuk melawan suhu ekstrem yang kerap menyengat Arafah pada siang hari, pihak penyelenggara juga memasang dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC) di setiap tenda.

Satgas Operasi Armuzna

Satgas Operasi Armuzna meninjau lokasi tempat wukuf di Arafah, mengecek kesiapan tenda-tenda yang akan ditempati jemaah haji Indonesia pada puncak haji. foto/ Tim Media Center Haji (MCH) 2026

Pengecekan detail juga dilakukan di area sanitasi yang selama ini menjadi titik krusial akibat antrean panjang. Selain menyediakan deretan kloset jongkok dan duduk, toilet kini didesain lebih ramah dengan tambahan tangga serta jalur khusus disabilitas.

Terobosan paling menonjol tahun ini adalah pemasangan rangka urinoir di luar bilik toilet bagi jemaah pria. Fasilitas tambahan tersebut dibangun untuk mengurai kepadatan antrean jemaah yang hanya ingin buang air kecil.

Usai meninjau Arafah, perjalanan inspeksi dilanjutkan ke kawasan Muzdalifah sebelum berakhir di lembah tenda Mina. Di lokasi mabit ini, tumpukan kasur baru kembali diperiksa secara teliti oleh petugas. Setiap catatan evaluasi diberikan kepada pihak syarikah untuk menuntaskan kekurangan yang masih tersisa.

“Pada saat awal kami melakukan pengecekan progres, capaian baru sekitar 60 persen. Hari ini, alhamdulillah, perubahannya sudah sangat luar biasa,” ungkap Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Mina.

Satgas Operasi Armuzna

Satgas Operasi Armuzna meninjau lokasi tempat wukuf di Arafah, mengecek kesiapan tenda-tenda yang akan ditempati jemaah haji Indonesia pada puncak haji. foto/ Tim Media Center Haji (MCH) 2026

Lompatan progres dalam sepekan terakhir memberikan suntikan optimisme bagi seluruh petugas haji. Segala bentuk kekurangan minor di lapangan langsung dicatat dan diminta segera diselesaikan sebelum pergerakan jemaah dimulai.

“Melihat perkembangan itu, saya optimistis target H-5 selesai 100 persen bisa terwujud,” tegas Muftiono.

Penyelesaian infrastruktur ini menjadi bukti keseriusan para petugas haji dalam melayani tamu Allah. Kenyamanan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi kelelahan jemaah sehingga mereka dapat lebih khusyuk menjalankan rangkaian ibadah dan meraih haji mabrur.

Baca juga artikel terkait IBADAH HAJI atau tulisan lainnya dari Abdul Aziz

tirto.id - Flash News
Reporter: Abdul Aziz
Penulis: Abdul Aziz
Editor: Anggun P Situmorang