Menuju konten utama

Rusunawa Marunda Dibongkar, Pembangunan Kembali Dimulai 2026

Chico menjelaskan, pembongkaran dilakukan terhadap tower-tower rusunawa yang dinilai sudah tidak layak untuk dihuni menurut kajian BRIN pada 2021.

Rusunawa Marunda Dibongkar, Pembangunan Kembali Dimulai 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah) meninjau bangunan di Rusunawa Marunda kluster C, Jakarta, Jumat (29/8/2025). ANTARAFOTO/Muhammad Rizky Febriansyah/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak lima tower rumah susun sewa (Rusunawa) Marunda dari blok C1-C5 dibongkar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai bagian dari proyek revitalisasi.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik dan Sosial, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim, mengatakan, pembongkaran Rusunawa Marunda itu sudah berlangsung sejak pertengahan 2025.

“Pembongkaran lima tower (Blok C1-C5) di Rusunawa Marunda Cluster C, Cilincing, Jakarta Utara, telah dimulai secara bertahap sejak pertengahan 2025, lebih cepat dari rencana awal,” kata Chico di Jakarta saat dikonfirmasi pada Selasa (28/10/2025).

Chico menjelaskan, pembongkaran dilakukan terhadap tower-tower rusunawa yang dinilai sudah tidak layak untuk dihuni menurut kajian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 2021.

Hingga Oktober 2025, Chico menerangkan, mayoritas tower-tower itu sudah dibongkar. Pembongkaran itu berlangsung setelah Pemprov DKI Jakarta melewati tahapan administratif seperti penghapusan dan penaksiran aset.

“Pembongkaran fisik sudah berjalan untuk sebagian besar tower, dengan fokus pada struktur yang dinilai tidak layak huni oleh kajian BRIN 2021. Proses administratif seperti penghapusan aset ke Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI dan penaksiran oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) selesai lebih awal,” jelasnya.

Sampai sejauh ini, Chico menyebut, proses pembongkaran Rusunawa Marunda itu sudah mencapai 60-70 persen. Pembongkaran juga tidak mengalami hambatan karena para penghuni sudah direlokasi ke Rusun Nagrak dan Padat Karya sejak 2023 silam.

“Saat ini, sekitar 60-70 persen pekerjaan pembongkaran rampung, termasuk survei dan pembersihan puing, tanpa hambatan signifikan dari relokasi warga yang sudah dipindah ke Rusun Nagrak dan Padat Karya,” terangnya.

Politikus PDIP itu menegaskan, Pemprov DKI Jakarta akan kembali membangun Rusunawa Marunda selepas pembongkaran rampung.

Pembangunan kembali Rusunawa ditargetkan akan dimulai pada awal 2026 mendatang. Pada tahap awal, akan dibangun dua tower baru dari rusunawa tersebut.

“Rencana pembangunan kembali langsung lanjut usai pembongkaran selesai, target akhir 2025, dengan pembangunan dua tower baru dari total 5 tower 20 lantai, 1.440 unit. Dimulai awal 2026,” ucap Chico.

Seluruh proyek pembangunan kembali Rusunawa Marunda itu ditargetkan akan berlangsung selama lima tahun, hingga 2030. Nantinya, rusunawa itu juga akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung seperti taman hingga layanan transportasi umum. Warga yang sempat direlokasi pun akan dipindah kembali dengan biaya sewa yang disubsidi.

“Seluruh revitalisasi direncanakan rampung dalam lima tahun hingga 2030, termasuk fasilitas pendukung seperti taman dan akses transportasi. Warga relokasi diprioritaskan untuk pindah kembali, dengan subsidi sewa tetap terjangkau,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait RUSUNAWA MARUNDA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Andrian Pratama Taher