tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) kembali bergerak melemah pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2026). Seturut Bloomberg, nilai 1 dolar AS telah mencapai RP17.917.
Pelemahan tersebut terjadi setelah nilai mata uang USD menguat 0,16 persen atau 29,00 poin terhadap rupiah.
Melemahnya rupiah sebelumnya juga terjadi pada penutupan perdagangan hari Rabu (22/7). Pada penutupan perdagangan Rabu sore, rupiah ditutup melemah 29 poin atau 0,16 persen, membuat nilainya terkoreksi menjadi Rp17.888 per dolar AS.
Ketegangan geopolitik di sekitar Teluk Persia, juga respons Bank Sentral AS (The Fed) terkait suku bunga, sebelumnya masih disinyalir jadi alasan pelemahan rupiah atas dolar. Gangguan rantai pasok energi diperkirakan bakal memicu The Fed meningkatkan laju kenaikan suku bunga.
Sementara itu, di tingkat domestik, Bank Indonesia baru saja memutuskan menahan BI-Rate di level 5,75 persen pada Rabu (22/7).
Keputusan ini dirilis BI bersamaan dengan penetapan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4,75 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.
IHSG Hari Ini 23 Juli 2026, Pembukaan Sesi Pagi
Berbeda dengan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali dibuka menguat pada pembukaan sesi perdagangan pagi. Nilai indeks terangkat ke level 6.346,616.
Seturut RTI Business, IHSG bergerak naik dan menghijau ketika dibuka. Tercatat pergerakan indeks terjadi pada rentang 6.346,616 hingga 6.354,219 sesaat setelah pasar dibuka.
Kenaikan pada awal pembukaan perdagangan itu terjadi berkat 268 saham yang menguat, 113 saham melemah, dan 255 saham stagnan.
Total nilai transaksi pada awal pembukaan IHSG itu mencapai Rp219,919 miliar. Kapitalisasi itu didapat dari penjualan sekitar 612,379 juta saham yang diperdagangkan lewat 53.885 kali transaksi.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah pada Rabu sore. Nilai indeks terkoreksi 5,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.334,48.
Pelemahan IHSG pada Rabu sore itu disinyalir terjadi karena aksi profit taking (ambil untung) para investor. Dalam kurun waktu sepekan terakhir, IHSG terus mencatatkan tren kenaikan dan hal ini memicu momentum ambil untung para investor.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





































