tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (27/3/2026). Rupiah berada di level Rp16.979,5 per dolar AS, terdepresiasi 75,5 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.904.
Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak pagi tadi, dengan posisi pembukaan di Rp16.913 per dolar AS. Terpantau, mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp16.906,5 hingga Rp16.982,5 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Secara year to date (ytd), rupiah masih tercatat melemah sekitar 1,80 persen. Sementara dalam 52 minggu terakhir, pergerakannya berada di kisaran Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah. Pembicaraan untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran, kata dia, belum menunjukkan sinyal positif.
Meski Donald Trump mengumumkan penghentian serangan terhadap infrastruktur energi Iran, AS disebut telah mengirim ribuan pasukan ke kawasan tersebut. Washington juga tengah mempertimbangkan opsi penggunaan pasukan darat untuk merebut pusat minyak strategis Iran di Pulau Kharg.
Di sisi lain, seorang pejabat Iran mengatakan kepada Reuters bahwa proposal AS yang terdiri dari 15 poin, yang disampaikan melalui Pakistan, bersifat sepihak dan tidak adil.
Ketidakpastian akibat konflik ini turut mengganggu pasokan minyak global hingga sekitar 11 juta barel per hari. Badan Energi Internasional bahkan menilai krisis ini lebih buruk dibandingkan gabungan dua guncangan minyak pada 1970-an dan perang gas Rusia-Ukraina.
“Selain itu, pasar memperkirakan skenario inflasi tinggi. Pada awal tahun, para pedagang memperkirakan setidaknya dua kali pemotongan suku bunga dari Federal Reserve (Fed),” terang Ibrahim.
Dari dalam negeri, sentimen yang memengaruhi rupiah berasal dari potensi koreksi pertumbuhan ekonomi kuartal I yang diperkirakan tidak mencapai target pemerintah sebesar 5,4 persen.
“Perkiraan ini didasarkan pada pelaksanaan Hari Raya Lebaran yang tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Hal ini membuat dorongan konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi lebih terbatas,” jelasnya.
Untuk perdagangan Senin mendatang, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.980–Rp17.030 per dolar AS. “Range rupiah dalam satu minggu ke depan di Rp16.880–Rp17.100,” sambungnya.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































