tirto.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (25/3/2026), seiring penguatan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia-Pasifik.
Berdasarkan data Bloomberg, mata Uang Garuda ditutup di level Rp16.911 per dolar AS, turun 13,5 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.897,5 per dolar AS.
Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.870 hingga Rp16.935 per dolar AS, setelah dibuka di level Rp16.928. Sementera secara tahun kalender atau year-to-date (ytd), rupiah masih mencatat pelemahan sekitar 1,38 persen.
Adapun dalam 52 pekan terakhir, pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.079 hingga Rp17.224 per dolar AS.
Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia tercatat melemah terhadap dolar pada sore ini, meski dengan tekanan yang bervariasi.
Pelemahan terlihat pada yen Jepang yang turun sekitar 0,10 persen, peso Filipina 0,27 persen, baht Thailand 0,21 persen, dolar Singapura 0,05 persen, serta ringgit Malaysia yang melemah hingga 0,19 persen.
Meski demikian, tidak semua mata uang kawasan bergerak searah.
Sejumlah mata uang justru mencatat penguatan, seperti dolar Hong Kong yang naik 0,10 persen, won Korea Selatan 0,09 persen, serta dolar Australia dan dolar Selandia Baru yang masing-masing menguat 0,27 persen dan 0,22 persen.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































