Menuju konten utama

Rupiah Ditutup Stagnan Hari Ini, Sempat Sentuh Rp17.000 per US$

Sentimen pelemahan nilai tukar rupiah hari ini dinilai masih disebabkan masalah gangguan pengiriman di Selat Hormuz.

Rupiah Ditutup Stagnan Hari Ini, Sempat Sentuh Rp17.000 per US$
Petugas menghitung uang rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Senin (27/10/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di level Rp16.997 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026).

Rupiah kembali ke level penutupan perdagangan hari sebelumnya setelah sempat menyentuh Rp17.006 per dolar AS pada pukul 03.54 JST atau 13.54 siang tadi.

Sepanjang hari ini rupiah bergerak pada rentang 16.96817.006 per dolar AS setelah dibuka menguat pada level Rp19.976 per dolar AS pagi tadi.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen pelemahan nilai tukar rupiah hari ini masih disebabkan masalah gangguan pengiriman di Selat Hormuz, yang berpotensi mengerek harga minyak mentah global dalam jangka waktu panjang.

"Ya, ini masih menjadi perhatian utama ya saat terjadi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki minggu ketiga yang sampai saat ini belum satu kesepakatan gencatan senjata antara ketiga negara tersebut," tuturnya dalam keterangan resminya.

Ibrahim mengatakan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah meminta sejumlah negara untuk membantu menyelesaikan persoalan Selat Hormuz. Namun, Selat Hormuz hingga saat ini masih ditutup .

Di sisi lain, Pemerintah Iran memperbolehkan kapal-kapal yang tidak ada hubungannya dengan AS-Israel untuk melewati Selat Hormuz. Iran hanya berfokus terhadap perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan AS.

"Nah, nanti malam Bank Sentral Amerika akan melakukan pertemuan yang kemungkinan besar masih akan tetap mempertahankan suku bunga di 3,5 persen-3,75 persen," ucapnya.

Sementara itu, dari faktor internal, pemerintah berupaya mempertahankan defisit anggaran di bawah tiga persen melalui pemangkasan anggaran sejumlah program. Salah satunya, kata Ibrahim, yakni program makan bergizi gratis (MBG).

"Kemudian yang kedua, Bank Indonesia pun juga melakukan pertemuan ya di siang ini dan masih tetap mempertahankan suku bunga, yaitu mempertahankan suku bunga di 4,75 persen. Ya, kemudian deposit facility itu pun juga masih tetap di 3,75 persen ya," urai Ibrahim.

Ibrahim menyebutkan, BI masih tetap mempertahankan suku bunga tinggi lantaran ekonomi global yang tak menentu akibat perang di Timur Tengah. Tugas dari BI mempertahankan suku bunga untuk meredakan kondisi ekonomi.

Lalu, inflasi tetap stabil di dua persen pada 2026 serta memicu pertumbuhan ekonomi di bulan-bulan berikutnya.

Ibrahim menambahlan, saat Idul Adha 2026, berpeluang terjadi perang besar antara Iran dengan AS yang cukup signifikan. Hal ini disebut akan membuat mata uang rupiah kemungkinan besar mengalami pelemahan di atas Rp17 ribu.

'Ya, oleh karena itu Bank Indonesia masih akan tetap ya melakukan intervensi.

Sehingga apa? Dalam perdagangan tanggal 24 Maret setelah libur panjang, kemungkinan besar rupiah ini akan diperdagangkan cukup melebar di Rp16.990-Rp17.075," urai ibrahim.

Baca juga artikel terkait RUPIAH atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana