tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.843 pada perdagangan hari ini, Senin (22/6/2026). Rupiah melemah 39 poin atau 0,22 persen dari penutupan Jumat (19/6/2026) pekan lalu di level 17.804 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat memanasnya tensi di Lebanon yang turut mengganggu prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump disebut memperingatkan Iran terkait potensi aksi militer lanjutan apabila Teheran tidak menekan kelompok Hizbullah di Lebanon. Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance membuka kembali pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss.
Namun, perundingan tersebut berakhir dengan sejumlah kesepakatan terbatas. Iran disebut memperoleh pengecualian untuk ekspor minyak dan petrokimia, yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global dan menekan harga minyak mentah.
Para pejabat tinggi AS dan Iran menyelesaikan putaran pertama pembicaraan di Swiss pada Senin, menurut para mediator. "Pembicaraan dimulai pada hari Minggu berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pekan lalu untuk memperpanjang gencatan senjata yang rapuh dari bulan April setidaknya selama 60 hari lagi," terang Ibrahim dalam rilis hariannya.
Sementara dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah dinilai berasal dari risiko kenaikan inflasi akibat penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya pada jenis Pertamax dan Pertamax Turbo. "Saat ini terdapat sejumlah faktor risiko inflasi yang mencuat dan menjadi perhatian bank sentral," jelasnya.
Faktor risiko kedua yang tengah diwaspadai adalah potensi gangguan cuaca, yakni El Nino, yang diperkirakan akan melanda Indonesia pada periode akhir Juni hingga Oktober atau November mendatang.
"Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi memberikan tekanan pada kelompok harga pangan bergejolak (volatile food)," tutur Ibrahim.
Adapun untuk perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan mata uang rupiah masih akan fluktuatif. "Namun ditutup melemah di rentang Rp17.840- Rp.17.890 per dolar AS," jelasnya.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































