tirto.id - Sebanyak 6 korban kecelakaan KRL dengan kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi masih menjalani perawatan intensif di RS Primaya Bekasi Timur. Dari total 10 korban yang ditangani, 4 di antaranya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
“Dari kejadian semalam, kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, rumah sakit kami menerima 10 pasien dari korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dan enam di antaranya memang saat ini sedang dirawat di rumah sakit kami,” kata Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Meizar Rizaldi, ditemui di RS Primaya, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Dari total korban yang tengah menjalani perawatan, satu korban di antaranya masih berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan kondisi patah tulang kaki. Sementara itu, korban lain yang dirawat di ruang perawatan mengalami luka ringan hingga sedang.
“Rata-rata memang mengalami cedera kepala ringan, ada juga yang mengalami trauma di perut. Terakhir kami, masih di IGD, pasiennya mengalami patah tulang kaki,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa para korban mulai berdatangan ke rumah sakit sejak sekitar pukul 23.00 hingga 00.00 WIB. Hingga kini, tim dokter masih terus memantau perkembangan kondisi pasien secara berkala.
“Kita harapkan hasilnya juga lebih baik sehingga mungkin dalam waktu dekat tidak perlu lama-lama ya, pasien bisa kembali ke rumah dan beraktivitas kembali,” katanya.
Sebagai informasi, kecelakaan kereta api tersebut terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya menabrak satu unit KRL di emplasemen Stasiun Bekasi Timur. Insiden ini terjadi pada Senin (27/4/2026) malam, sekira pukul 20.52 WIB.
Akibat benturan itu, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek merangsek masuk ke gerbong KRL yang ia tabrak. Sejumlah korban terhimpit material gerbong dan lokomotif karenanya
Belasan korban tewas telah terkonfirmasi hingga Selasa (28/4) siang, sementara puluhan lain mengalami luka-luka.
Menurut Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, penyebab kecelakaan hingga kini belum dapat dipastikan seiring proses evakuasi yang masih berlangsung hingga Selasa siang. Proses investigasi penyebab insiden, kata Duddy, akan dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Dudy.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































