Menuju konten utama

Riset Bank Permata: Pertumbuhan Ekonomi 2025 di Bawah 5 Persen

Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 masih tertekan oleh kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di industri manufaktur.

Riset Bank Permata: Pertumbuhan Ekonomi 2025 di Bawah 5 Persen
Pengendara sepeda motor melintas di dekat proyek MRT fase 2A di kawasan Glodok, Jakarta, Selasa (21/1/2025).ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Permata Institute Economic Research (PIER) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 masih akan di bawah 5 persen. Dengan demikian, Produk Domestik Bruto (PDB) nasional untuk sepanjang 2025 akan berada dikisaran 4,5-5,0 persen, dengan titik tengah 4,78 persen.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan, proyeksi pertumbuhan sepanjang tahun ini lebih rendah dari realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di sepanjang 2024 yang sebesar 5,03 persen year on year (yoy) dan 5,05 persen (yoy).

“Ini yang mungkin harus kita cermati dan kami pertimbangkan untuk merevisi pertumbuhan ekonominya dari 5,11 (persen) menjadi di bawah 5 persen,” ujar Josua Pardede, dalam acara Permata Institute Economic Research (PIER) Q1 2025 Economic Review & Media Gathering, di World Trade Centre Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Menurut PIER, pelambatan ekonomi di sepanjang 2024 tersebut didorong oleh kian lemahnya minat investasi dunia usaha dan juga terhambatnya rencana ekspansi akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina.

Sementara itu, pertumbuhan kuartal II-2025 masih tertekan oleh kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di industri manufaktur yang masih berlanjut sampai saat ini dan juga pelemahan daya beli masyarakat yang juga masih terjadi.

Namun, pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2025 ditopang oleh beberapa banyaknya hari libur di Mei dan Juni 2025.

“Jadi, kami memperkirakan bahwa faktor pendorong di kuartal kedua itu, bahwa mungkin masih ada sedikit efek mudik ya di awal bulan April, tapi itu masih terbatas dan mungkin kalau kita melihat beberapa hari libur ya, di bulan Mei dan juga mungkin nanti di bulan Juni akan ada efeknya buat konsumsi,” sambung Josua.

Sebaliknya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terus didorong oleh pemerintah sejak awal tahun belum juga menunjukkan dampaknya secara signifikan. Padahal, jika program ini dioptimalkan, dapat menciptakan lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

“Karena kalau kita bicara MBG ini kan target jangka panjang, bagaimana peningkatan kualitas sistem ini kan lebih dari jangka panjang. Jadi kita bicara bagaimana dalam jangka pandek ini, pemerintah tadi sudah kami sampaikan juga, bagaimana (mengakselerasi) projek-projek pemerintah tadi sudah sampaikan,” jelasnya.

Berbagai proyek yang dapat diakselerasi, seperti terkait program ketahanan pangan, proyek padat karya melalui pembangunan infrastruktur pendukung ketahanan pangan seperti pembangunan irigasi,

“Sehingga saya pikir (proyek-proyek) itu bisa menggerakkan ekonomi di rakyat sendiri,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati tetap optimistis Indonesia bisa mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada 2025, di tengah tekanan global serta koreksi target pertumbuhan dari IMF. Optimisme itu mempertimbangkan kinerja ekonomi pada kuartal I-2025 yang diperkirakan akan mencetak angka pertumbuhan yang positif.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 diprakirakan akan mencapai sekitar 5 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) beberapa waktu lalu.

Sri Mulyani bilang, Kinerja konsumsi rumah tangga tetap baik didukung oleh belanja pemerintah, termasuk di antaranya pemberian tunjangan hari raya (THR), belanja sosial, dan berbagai insentif lainnya. Terlebih, belanja pemerintah itu berbarengan dengan momentum Ramadhan dan Idulfitri 1446 Hijriah, yang umumnya menjadi musim peningkatan permintaan.

Selain itu, pemerintah yakin keberlanjutan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di berbagai wilayah dan meningkatnya aktivitas konstruksi properti swasta diprakirakan meningkatkan kinerja investasi. Investasi swasta masih baik, kata Sri Mulyani, didukung keyakinan produsen yang tercermin pada aktivitas manufaktur Indonesia yang ekspansif.

Sementara itu, kinerja ekspor diprakirakan juga tetap baik, didukung oleh ekspor nonmigas yang meningkat pada Maret 2025, terutama komoditas minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), besi dan baja, serta mesin dan peralatan elektrik.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI RI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dwi Aditya Putra