RI Impor Bahan Baku 15 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac pada 2021

Reporter: Vincent Fabian Thomas - 15 Des 2020 09:30 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menko Airlangga Hartarto menargetkan Indonesia menargetkan impor 15 juta dosis bahan baku vaksin COVID-10 Sinovac untuk produksi sendiri.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan Indonesia akan memiliki setidaknya 19 juta dosis vaksin dari Sinovac pada 2021 nanti. Jumlah itu diperoleh dari hasil pengadaan vaksin Desember 2020 dan bahan baku yang didatangkan akhir tahun.

Rinciannya, pemerintah sudah mengimpor 1,2 juta dosis vaksin Sinovac melalui Biofarma pada 6 Desember 2020 ini. Lalu pada awal tahun 2021 masih ada 1,8 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi yang akan diimpor lagi. Sisanya, pemerintah menargetkan tambahan 15 juta dosis lagi melalui impor bahan baku vaksin untuk diproduksi sendiri.

“Akan diikuti dengan dalam bentuk bahan baku yang di bulan Desember 2020 akan ada 15 juta yang diharapkan bisa diproduksi Biofarma,” ucap Airlangga dalam acara bertajuk “Bisnis Indonesia Award 2020”, Senin (14/12/2020).

Airlangga berharap kalau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dapat segera menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization. Ia bilang izin ini seharusnya bisa lekas dikantongi karena kabarnya hasil uji klinis tahap III vaksin Sinovac sudah hampir rampung dalam waktu dekat.

“BPOM sedang menunggu data-data dari Sinovac dan menunggu hasil dari pada clinical trial di Bandung dan Brasil yang direncanakan selesai pada 15 Desember sehingga dengan data-data yang ada diharapkan secara ilmiah bisa dikeluarkan UEA,” ucap Airlangga.

Pemerintah saat ini tengah menargetkan vaksinasi bagi setidaknya 107 juta penduduk Indonesia dan diperkirakan kebutuhan vaksin mencapai 246 juta dosis vaksin dengan asumsi 15 persen wastage. Sekitar 75 jutanya akan diminta membayar vaksin yang disediakan pemerintah dengan skema vaksinasi mandiri.



Baca juga artikel terkait VAKSIN COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri

DarkLight