tirto.id - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menanggapi desakan masyarakat di media sosial yang meminta agar para pejabat terkait bencana banjir Sumatra di-reshuffle atau diberhentikan.
Hanif hanya mengatakan dirinya akan bekerja dengan sepenuh tenaga untuk menangani bencana yang tengah terjadi di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh.
“Ya, saya akan bersuara sepenuh tenaga untuk melaksanakan ini. Tentu sekali lagi, kami mohon izin dukungan kita semua,” kata Hanif kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/12/2025).
Hanif meminta dukungan agar bisa mengusut penyebab bencana banjir di wilayah terdampak. Dia menilai permasalahan lingkungan juga terjadi di beberapa tahun sebelumnya.
Namun, dia mengaku tentu tidak menyalahkan pihak mana pun, termasuk pejabat yang telah menjabat sebelum dirinya.
“Tentu sekali lagi, kami mohon izin dukungan kita semua. Karena ini kan permasalahan jangka lama ya, tidak jadi di saat ini saja. Jadi, mungkin terjadi beberapa tahun lalu, tapi kita enggak mau menyalahkan ya. Pokoknya yang penting landscape-nya kurang, sehingga kita perlu meningkatkan kapasitas landscape, ya,” ucapnya.
Sebelumnya, BNPB melaporkan data terkini mengenai bencana yang terjadi di Sumatra. Per Selasa (2/12/2025) malam, total korban meninggal dunia mencapai 744 jiwa. Sementara 551 orang lainnya masih belum ditemukan alias hilang.
Berdasarkan data yang dihimpun melalui situs resmi BNPB pada pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal di Aceh mencapai 218 jiwa, sementara yang masih dinyatakan hilang sebanyak 227 jiwa.
Kemudian Sumatra Utara, data korban jiwa yang terkonfirmasi meninggal dunia adalah 301 jiwa, dengan 163 jiwa masih dilaporkan hilang. Sementara di provinsi Sumatra Barat, terdata hingga saat ini adalah 225 jiwa meninggal dunia dan 161 jiwa hilang.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id





























