Menuju konten utama

Respons Istana soal Gencatan Senjata AS-Iran: Kita Sambut Baik

Pemerintah Indonesia menegaskan dukungannya terhadap setiap langkah yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Respons Istana soal Gencatan Senjata AS-Iran: Kita Sambut Baik
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan pers usai mengikuti kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Istana Kepresidenan memberikan tanggapan positif terhadap upaya gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat.

Pemerintah Indonesia menegaskan dukungannya terhadap setiap langkah yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di kawasan.

"Ya sebagaimana yang tadi kami sampaikan, segala upaya untuk menurunkan eskalasi atau menurunkan ketegangan pastilah kita menyambut baik," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prasetyo menjelaskan bahwa dukungan Indonesia didasari pada kesadaran akan keterhubungan dunia yang sangat erat saat ini.

Menurutnya, konflik yang terjadi di wilayah yang jauh tetap akan memberikan dampak signifikan bagi stabilitas nasional.

"Karena apa pun yang terjadi sekarang ini kan dunia itu saling terhubung, berpengaruh juga terhadap kondisi di negara kita meskipun secara jarak cukup jauh kan," tambahnya.

Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu ini tercapai setelah perundingan damai yang dimediasi oleh Pakistan.

Perkembangan ini terjadi pasca-ancaman Presiden AS Donald Trump kepada Iran terkait akses Selat Hormuz.

Senada dengan Istana, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Indonesia memandang kesepakatan ini sebagai momentum penting untuk mengedepankan jalur diplomasi dibandingkan konfrontasi militer.

"Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Perkembangan ini mencerminkan adanya upaya dari pihak-pihak terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi guna mendorong deeskalasi," ujar Yvonne dalam agenda press briefing di Kantor Kemlu, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Yvonne menekankan bahwa fokus utama Indonesia adalah aspek kemanusiaan dan perlindungan warga sipil.

Ia juga menyoroti pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, terutama terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang krusial bagi jalur logistik global dan kapal-kapal tanker.

"Indonesia akan terus mendukung setiap upaya diplomasi yang konstruktif, termasuk upaya agar gencatan senjata ini berkembang menjadi penyelesaian yang lebih permanen. Perlindungan warga sipil tetap menjadi fokus utama kita," kata Yvonne.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama