tirto.id - Partai Golkar memandang kegaduhan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono terkait anggaran kapal, tak perlu dibesar-besarkan. Sebab, perdebatan Purbaya dan Trenggono hanya soal perbedaan perspektif.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengatakan kegaduhan antara Purbaya dan Trenggono terjadi di media sosial, bukan dalam konteks substansi kebijakan.
“Kadang-kadang hanya beda perspektif saja itu, enggak perlu dibesar-besarkan juga,” kata Sarmuji di Kantor Fraksi Golkar, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Ia menilai perbedaan pandangan antarkementerian, hal yang wajar dan bisa diselesaikan melalui komunikasi informal.
“Ya, kayaknya perlu ngomong-ngomong ngopi-ngopi (Purbaya dan Trenggono) saja. Sambil ngopi-ngopi selesai itu urusan,” ucap Sarmuji.
Polemik kedua anak buah Presiden Prabowo Subianto itu, bermula ketika Purbaya menyoroti rendahnya penyerapan anggaran pemerintah untuk industri galangan kapal nasional. Dalam pandangan Purbaya, program peremajaan kapal berjalan lambat.
Padahal, menurutnya, ada ribuan kapal negara yang sudah tua dan seharusnya segera diganti melalui pesanan ke galangan domestik untuk memacu pertumbuhan ekonomi awal tahun.
“Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” ujar Purbaya dalam acara FGD Kadin Indonesia dikutip siaran pers, Rabu (11/2/2026).
Purbaya menekankan bahwa uang untuk pengadaan tersebut sudah dicairkan dalam pos anggaran, sehingga ia mendesak agar belanja segera dilakukan.
Purbaya pun menyoroti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang belum melakukan pemesanan kepada industri galangan kapal nasional. Hal ini terungkap usai para pelaku industri mengatakan belum mendapatkan pesanan untuk proyek tersebut.
“Kenapa KKP belum ada order di sana (galangan kapal domestik)? Kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya sudah saya anggarin loh, rugi saya Pak! Sudah ngutang, disalokasi, enggak dipakai!" ucap Purbaya.
Pernyataan ini rupanya memantik reaksi dari Menteri Sakti Wahyu Trenggono. Melalui unggahan di akun pribadinya di Instagram , Trenggono meluruskan, dengan nada yang cukup tajam. Kata Trenggono, dana pembangunan kapal yang dimaksud bukanlah murni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seperti yang disebutkan Purbaya, melainkan bersumber dari pinjaman luar negeri.
“Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK (Inggris),” tulis Trenggono yang dikutip Rabu (11/2/2026).
Tidak berhenti di situ, Trenggono menyertakan tangkapan layar komentar Purbaya dan memintanya untuk melakukan pengecekan ulang ke jajaran di bawahnya.
“Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar enggak itu uang kapal sudah dikucurkan?” sindir Trenggono.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































