Penjabat Gubernur DKI Jakarta

Rekam Jejak Pengganti Anies Usulan DPRD, Siapa Paling Berpeluang?

Reporter: Riyan Setiawan, tirto.id - 15 Sep 2022 10:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Calon Pj Gubernur DKI dinilai tak hanya soal kapasitas dan rekam jejak. Tapi juga punya tarikan politik yang sama dengan pusat.
tirto.id - DPRD DKI menetapkan tiga nama yang diusulkan sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta untuk menggantikan Anies Baswedan. Ketiga nama itu adalah Sekretaris Daerah DKI, Marullah Matali; Kepala Sekretariat Kepresidenan (Kasetpres), Heru Budi Hartono; dan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar.

Nama tersebut ditetapkan melalui rapat pimpinan gabungan (Rapimgab) DPRD DKI, Selasa (13/9/2022) melalui mekanisme usulan tiga nama dari sembilan fraksi di legislatif dengan total 27 nama.

Diperoleh nama tertinggi, yaitu Marullah dan Heru sebanyak 9 vote, dan Bachtiar 6 vote. Sementara nama Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro yang diproyeksikan masuk menjadi kandidat tidak masuk tiga besar.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi pada Rabu (14/9/2022) telah mengirimkan ketiga nama tersebut ke Mendagri Tito Karnavian. Nantinya Kemendagri akan menambahkan tiga nama lagi, sehingga menjadi enam kandidat. Presiden Jokowi yang akan memutuskan siapa yang menjadi Pj Gubernur DKI.

“Tinggal urusan Pak Mendagri ke Pak Presiden [Jokowi]," kata Prasetyo di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat. Kandidat yang terpilih akan melanjutkan jabatan Anies sebagai kepala daerah yang akan lengser pada 16 Oktober 2022.


Rekam Jejak Tiga Kandidat Penjabat Gubernur DKI

Ketiga kandidat memiliki rekam jejak yang moncer. Pertama, Heru Budi Hartono yang saat ini menjabat sebagai Kasetpres sejak 2017. Pria kelahiran Medan, 13 Desember 1965 ini telah memiliki segudang pengalaman di lingkup birokrasi termasuk di pemerintahan DKI Jakarta.

Heru sempat duduk di berbagai kursi jabatan di Pemprov DKI, seperti posisi Kepala Bagian Prasarana dan Sarana Perkotaan Kota Jakarta Utara pada 2008. Ia juga sempat menjadi Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja sama Luar Negeri (Kabiro KDH dan KLN) pada 2013.

Karier Heru di birokrasi semakin melesat usai dirinya dipilih Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara pada 2014. Kemudian, pada era Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (BTP), Heru didaulat menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah Jakarta.

Kandidat kedua adalah Marullah Matali yang kini menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta sejak Januari 2021. Dia telah bekerja di Pemprov DKI sejak 1996. Pria yang lahir pada 27 November 1965 itu pernah menjabat sebagai staf Biro Bina Mental Spiritual DKI.

Setelahnya, Marullah juga diberi jabatan sebagai Kepala Seksi Bina Lembaga Mental dan Kepala Seksi Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesejahteraan Sosial DKI.

Kemudian, ia naik jabatan menjadi Kepala Sub Dinas Bina Mental Spiritual dan Kesos DKI. Marullah melanjutkan kariernya di Pemprov DKI sebagai Kepala Sekretariat Dinas Sosial. Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi Kepala Biro Pendidikan dan Mental DKI Jakarta.

Lalu, ia menduduki posisi Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pariwisata hingga Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan. Terakhir, Marullah pernah menduduki jabatan sebagai Wali Kota Jakarta Selatan periode 2018-2021.

Calon ketiga yang diusulkan DPRD DKI adalah Bahtiar. Saat ini, ia menjabat sebagai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri sejak 2020. Pria asal Bone, Sulawesi Selatan ini sebelumnya juga sudah pernah menjabat sejumlah posisi di Kemendagri.

Bahtiar pernah menjabat sebagai Kasubdit Ormas Ditjen Polpum, Kabag Perundang-undangan Setditjen Polpum, dan Direktur Politik Dalam Negeri Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum, dan Kepala Pusat Penerangan (Kasuspen) di Kemendagri. Pada 2020, Bahtiar pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Kepulauan Riau.


Heru Budi Hartono Lebih Berpeluang?

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan ketiganya memang memiliki kapasitas, kompetensi, pengalaman, dan rekam jejak yang kurang lebih sama.

Namun, kata Adi, pengganti Anies sebagai Panjabat Gubernur Jakarta bukan hanya soal kapasitas, kompetensi, dan rekam jejak. Tetapi soal siapa yang dinilai punya tarikan politik yang sama dengan pemerintah pusat dan memiliki penetrasi kuat ke dalam kekuasaan.

"Di lihat dari itu, nama Heru paling diunggulkan karena posisinya sebagai Kasetpres dan sudah sejak lama dikaitkan dengan Jakarta pengganti Anies," kata Adi kepada Tirto, Rabu (14/9/2022).

Kemudian, disusul Bahtiar karena posisinya cukup strategis di Kemendagri. Pilihan yang terakhir adalah Marullah Mattali. Meski asli Betawi dan posisinya sebagai Sekda DKI saat ini, tapi secara politik kekuasaan beda dengan Heru dan Bahtiar, kata Adi.

"Soal faktor kekuasaan ini tentu tak lepas dari keinginan kepastian bahwa pengganti Anies adalah orang yang irisannya sama dengan pemerintah [pusat], klop, dan nyambung. Jangan seperti Anies yang kerap ingin terlihat berbeda dengan pemerintah," jelas dia.

Sementara itu, pendiri lembaga survei KedaiKopi, Hendri Satrio mengatakan, dari ketiga kandidat yang diusulkan DPRD DKI tersebut, masing-masing memiliki kapasitas dan backing-an.

Hendri menuturkan, Heru memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi, Marullah dekat dengan Wapres Ma'ruf Amin, dan Bahtiar dekat dengan Mendagri Tito Karnavian.

"Kalau orang paling berpengaruh, ya Pak Heru yang paling tinggi kesempatan jadi Pj Gubernur, dan pernah jadi Walkot Jakut," kata Hendri kepada Tirto, Rabu (14/9/2022).

Akan tetapi, kata dia, berdasarkan pengalaman sebelumnya, Pj Gubernur DKI pada 26 Oktober 2016 yang dipilih adalah dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri dan itu berhasil.

"Kalau paling mungkin [Dari Pj Gubernur sebelumnya] Pak Bachtiar sebagai Dirjen," kata dia.


Baca juga artikel terkait PENJABAT KEPALA DAERAH atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz

DarkLight