Menuju konten utama

Ratusan Siswa SMPN 8 Kupang Mengalami Gejala Keracunan

Sebanyak 101 siswa sempat mendapatkan pertolongan di UKS, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Siloam, RSUD SK Lerik, dan RSU Mamami.

Ratusan Siswa SMPN 8 Kupang Mengalami Gejala Keracunan
Para siswa SMPN 8 Kupang yang mengalami keracunan saat dilarika ke rumah sakit di Kota Kupang, Selasa (22/7/2025) pagi. foto.Mario SIna
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebanyak 101 siswa SMP Negeri 8 Kota Kupang harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan, pada Selasa (22/7/2025). Diduga, kejadian ini terjadi akibat konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah tersebut kemarin, Senin (21/7/2025).

Para siswa sempat mendapatkan pertolongan pertama di Unit Kesehatan Sekolah (UKS), sebelum akhirnya dirujuk ke berbagai fasilitas medis, seperti RS Siloam, RSUD SK Lerik, dan RSU Mamami.

Salah seorang siswa SMPN 8 Juande kepada media menuturkan, kemarin di sekolah, ia dan siswa lainnya makan MBG berupa tahu yang dibalur terigu, sayur, dan rendang. Rendang yang dimakan pun seperti berbusa.

Menurutnya, setelah habis makan, sudah mulai merasa mual dan perut sakit dan pada malamnya bolak-balik kamar mandi untuk buang air besar (BAB).

Maria Roslin Lana

Kepala Sekolah SMPN 8, Maria Roslin Lana. tirto.id/Mario SIna

Kepala Sekolah SMPN 8, Maria Roslin Lana, dalam wawancara dengan media mengatakan, banyak siswa yang meminta izin kepada guru mata pelajaran untuk ke kamar mandi karena sakit perut, pada Selasa (22/7/2025) sekitar pukul 07.45 WITA.

"Karena sudah berulang kali ke kamar mandi, mereka diarahkan ke ruang UKS. Awal mulanya hanya sekitar 18 anak, kami berpikir bahwa hanya 18 anak ini saja yang mengalami, dan kami menghubungi orang tua untuk menjemput. Namun berselang beberapa menit kemudian, ternyata begitu banyak anak yang datang ke ruang UKS sampai ruang UKS itu tidak bisa menampung lagi," ungkapnya.

Ia membeberkan, ada siswa yang mengalami gejala keracunan seperti muntah, mual, dan perut serasa tertikam. “Setelah saya mengindentifikasi, kira-kira itu penyebabnya apa, mereka hanya bilang bahwa mengalami sakit perut,” ujar Maria.

Ia menegaskan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab keracunan dikarenakan makan MBG, karena sekolah harus mendapat konfirmasi dari berbagai pihak.

Menurut Maria, kejadian keracunan di sekolahnya luar biasa ini. Daya tampung UKS SMPN 8 bahkan tidak mampu merawat siswa yang sakit. Sebagai langkah pertama, petugas memberikan air putih hangat dan menggosok minyak kayu putih. Ada anak yang nyaris pingsan, pihak sekolah lantas menguhubungi Puskesmas Oesapa.

Maria mencatat, jumlah siswa sakit diduga keracunan ada 101 anak. Mereka dirawat menyebar di Rumah Sakit SK Lerik, RS Siloam, dan RSU Mamami. Sedangkan siswa sakit lainnya yang bisa diatasi di sekolah dan saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing.

"Sementara kami merujuk anak-anak ke rumah sakit, saya mengkonfirmasi Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Kupang dan berbagai pihak lainnya. Karena kejadian luar biasa, atas izin dinas pendidikan, kami memulangkan anak-anak," terang Maria.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, mengonfirmasi ada 101 siswa yang dilaporkan mengalami gejala keracunan.

Namun, dia belum dapat memastikan penyebab terjadinya keracunan makanan ini, apalagi yang keracunan makanan ada 111 orang dari 900-an siswa SMPN 8 Kupang.

"Kita tidak terburu-buru mengatakan [keracunan] karena makan bergizi gratis, biar nanti BPOM periksa, dinas kesehatan periksa, baru kita bisa tahu penyebab pastinya. Jangan sampai gegabah," tegasnya.

Sementara itu, Wali kota Kupang, Chrisritian Widodo menegaskan pihaknya melakukan merespons cepat untuk memastikan keselamatan siswa dengan tindakan pertolongan medis pada rumah sakit yang merawat.

"Kita respons cepat, saya hadir bersama Dandim, Wakapolresta Kupang dan Ketua DPRD. Yang paling penting adalah penanganan pertama bagi pasien," ungkapnya usai meninjau para siswa yang sakit.

Dia menegaskan pula, Pemkot Kupang akan menelusuri asupan yang dimakan para siswa hingga mengakibatkan keracunan.

"Kita periksa apakah sayurnya, apakah dagingnya, apakah nasinya. Ada tahapannya. Kalau sekarang kan baru terjadi makanannya kita baru hadir, kita fokus dulu penanangan pasiennya," ungkapnya.

Ia meminta masyarakat sabar dan memberi waktu 1-2 hari ke depan untuk pemeriksaan. Menurutnya akan ada tindak lanjut mengatasi masalah yang terjadi tersebut.

"Kita akan periksa dulu, nanti darahnya diperiksa, fesesnya diperiksa di laboratorium. Nanti juga ada diagnosa dari dokter kita tunggu, jika ada keracunan, kita telusuri keracunannya dari mana," ujar Christian Widodo.

Paket MBG Smpn 8 Kupang

Paket Makanan MBG di SMPN 8 Kupang pada Selasa (22/7/2025) siang yang belum dikonsumsi para siswa penerima. foto/Mario SIna

Dalam video yang diperoleh media ini, tampak para orang tua siswa pada Selasa (22/7/2025), mendatangi sekolah dan meminta klarifikasi dari penyedia makanan dan mendesak evaluasi terhadap dapur MBG, mengingat satu dapur menangani makanan untuk 3.000–3.500 siswa per hari.

Baca juga artikel terkait KASUS KERACUNAN atau tulisan lainnya dari Mario Wihelmus PS

tirto.id - Flash News
Kontributor: Mario Wihelmus PS
Penulis: Mario Wihelmus PS
Editor: Siti Fatimah