Menuju konten utama

Purbaya Tarik Rp75 T dari Himbara buat Genjot Belanja Pemerintah

Dengan penarikan tersebut, total likuiditas pemerintah yang saat ini ditempatkan di perbankan tersisa Rp201 triliun dari total Rp276 triliun.

Purbaya Tarik Rp75 T dari Himbara buat Genjot Belanja Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) beserta jajaran memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengonfirmasi telah menarik kembali penempatan dana Rp75 triliun dari perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dana tersebut kemudian langsung dibelanjakan kembali oleh pemerintah untuk mendorong perputaran uang di sistem ekonomi.

Dengan demmikian, jelas Purbaya, total likuiditas pemerintah yang saat ini ditempatkan di perbankan tersisa Rp201 triliun dari total Rp276 triliun yang sebelumnya ditempatkan di Bank Himbara.

"Yang Rp75 triliun kita tarik tapi kita belanjakan lagi saat itu. Jadi masuk ke sistem, tapi gak langsung dalam bentuk uang saya di bank, tapi uangnya masuk ke sistem lagi," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kemenkeu, Rabu (31/12/2025).

Dia menjelaskan, penarikan uang ini dilakukan agar dampak stimulus terhadap perekonomian lebih langsung dan positif. Alih-alih hanya mengendap sebagai simpanan di bank, dana tersebut dialirkan kembali ke ekonomi riil melalui belanja pemerintah pusat dan daerah.

"Jadi dampak dari itu masih ada di sistem. Jadi bukan dipinjemin oleh banknya tapi ditarik saya masukin lagi ke sistem dalam bentuk belanja pemerintah, daerah, dan pusat. Jadi ke ekonomi dampaknya mungkin lebih positif," tambahnya.

Langkah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari bank sentral dalam dua minggu terakhir. Koordinasi erat antara otoritas fiskal dan moneter ini dimaksudkan untuk memastikan likuiditas di pasar cukup untuk mendukung pertumbuhan.

"Terus beberapa 2 minggu terakhir bank sentral sudah mendukung kebijakan kami. Artinya uang akan semakin banyak di sistem perekonomian jadi Anda gak usah takut ekonomi kita akan melambat," tuturnya. di stasiun terdekat,” tutur Karina.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana