Menuju konten utama

Purbaya Tantang Rocky Gerung Minta Maaf Jika Ekonomi Tumbuh 6%

Meski menantang Rocky meminta maaf, Purbaya tegaskan dirinya bukan sosok yang anti kritik.

Purbaya Tantang Rocky Gerung Minta Maaf Jika Ekonomi Tumbuh 6%
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (12/9/2025). Tirto.id/Qonita Azzahra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menantang pengamat politik Rocky Gerung untuk meminta maaf padanya secara terbuka jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen.

Tantangan tersebut ia sampaikan sebagai respons atas pernyataan Rocky bahwa Purbaya hanya merupakan juru bayar negara, usai dirinya menempatkan Rp200 triliun duit pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

"Dengan berjalannya waktu, kalau saya bisa balikin ekonomi dari 5 persen ke 6 persen atau lebih, Rocky Gerung harus minta maaf ke saya. Minta maaf ke publik juga nggak apa," kata dia, dalam media briefing, di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Kendati begitu, Purbaya menegaskan, dia bukan merupakan sosok yang anti kritik. Ia sadar tidak bisa membuat semua orang puas dengan kinerjanya, dan kritik yang disampaikan pihak-pihak seperti Rocky adalah pecutan baginya untuk meningkatkan kinerja sebagai Menteri Keuangan.

"Itu semacam kontrol juga buat saya. Artinya gini, jangan terlena juga. Mentang-mentang di Kementerian Keuangan anak buahnya banyak. Saya ke sini bukan untuk tidur," lanjutnya.

Sementara itu, kebijakan penempatan dana di perbankan itu diyakininya dapat membuat ekonomi Indonesia yang kini dalam tren pelemahan bisa berbalik arah dan melaju dengan lebih cepat.

"Biar saja (dikritik). Nggak apa-apa. Kan semuanya nggak bisa puas. Itu Presiden aja (Pilpres kemarin) kepilih berapa? 58 (persen). (Sisanya) kan nggak puas kan? Itu hal yang wajar," tutur mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu.

Sementara itu, sebelumnya Rocky Gerung menyamakan Purbaya sebagai kasir di sebuah pabrik dan menteri-menteri teknis lain yang memiliki latar belakang sebagai sebagai kepala pabrik. Dengan asumsinya, Rocky menilai Purbaya tidak akan bisa mendorong ekonomi Indonesia dengan kebijakan penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN.

"Bagaimana mungkin kasir mau mendorong pabrik, sementara kepala pabriknya adalah politisi-politisi yang berkedudukan sebagai menteri teknis yang orang tahu ini politisi-politisi copet. Kan itu persepsinya," kata Rocky, dalam keterangannya, dikutip Jumat (26/9/2025).

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana