Menuju konten utama

Purbaya: Perang Iran Lama, Insentif Mobil Listrik Hemat Energi

Purbaya memprediksi perang Iran akan berjalan lama sehingga insentif akan mendorong subsidi pindah ke listrik agar impor BBM berkurang signifikan.

Purbaya: Perang Iran Lama, Insentif Mobil Listrik Hemat Energi
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Kejagung, Jumat (10/4/2026). tirto.id/Nanda Aria Putra

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa keputusannya memberikan insentif mobil listrik didorong oleh ramalan panjangnya perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dengan asumsi tersebut, harga minyak dunia akan tetap tinggi sehingga peralihan ke energi listrik menjadi langkah strategis menghemat impor BBM.

“Setelah saya ke Amerika, saya pelajari cara Amerika mendesain term yang diberikan untuk Iran. Itu sepertinya desainnya untuk negara yang kalah perang dan pasti akan ditolak oleh Iran,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Dari analisis itu, ia memperkirakan perang masih akan berlangsung lama. Akibatnya, konsumsi dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) domestik akan tetap tinggi.

“Jadi kalau saya bisa pindahkan ke listrik, itu akan mengurangi impor kita secara signifikan,” ucapnya.

Purbaya menambahkan, saat ini ada kapasitas listrik PLN yang sudah dibayar pemerintah melalui skema take or pay (ToP) namun belum terpakai. Perkiraannya, terdapat sekitar 30 persen listrik yang dapat dimanfaatkan.

“Itu mungkin kapasitas yang baru terpakai sekitar 70 persen, masih ada 30 persen listrik yang kita bayar tapi enggak dipakai,” katanya.

Dengan memberikan insentif mobil listrik, pemerintah berharap kelebihan kapasitas listrik tersebut bisa terserap. Dampaknya, subsidi PLN mengecil dan subsidi BBM juga ikut turun.

“Saya mau pakai itu supaya subsidinya di PLN mengecil, BBM juga mengecil. Itu utamanya,” ujar Purbaya.

Meski memperkirakan konflik berkepanjangan, Purbaya memproyeksikan titik paling cepat perang Iran tersebut pada saat dimulainya Pemilu sela di Amerika Serikat (AS) yang akan berlangsung November mendatang.

*Paling bagus September itu berakhir, karena di sana ada pemilihan kan di Amerika Serikat,” ucapnya.

Sebelumnya, pemerintah pusat bakal menyalurkan insentif untuk mobil dan motor listrik. Penyaluran insentif akan berlangsung mulai Juni 2026.

Insentif diberikan untuk 200 ribu kendaraan listrik dengan rincian 100 unit motor listrik dan 100 unit mobil listrik. Insentif akan dialokasikan sebesar Rp5 juta untuk setiap motor listrik, namun belum ada hitungan untuk mobil listrik.

"100 ribu pertama, kalau habis kita kasih lagi. Kalau habis kita kasih lagi," ucapnya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Baca juga artikel terkait SUBSIDI ENERGI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher