Menuju konten utama

Purbaya Pamer SAL Rp420 Triliun ke Bos IMF: Fiskal Kita Kuat

Purbaya mengeklaim RI telah melakukan penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu, sehingga mampu menyerap berbagai tekanan eksternal.

Purbaya Pamer SAL Rp420 Triliun ke Bos IMF: Fiskal Kita Kuat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersalaman dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva dalam courtesy meeting di Amerika Serikat (AS).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia memiliki kondisi fiskal yang solid dan bantalan anggaran yang memadai untuk memitigasi ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.

Hal tersebut ia sampaikan kepada Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva dalam courtesy meeting, yang jadi salah satu agenda kunjungannya ke Washington DC, Amerika Serikat (AS).

Dalam pertemuan tersebut, jelas Purbaya, Kristalina mewanti-wanti bahwa kenaikan harga komoditas energi yang disebabkan perang antara Iran dengan AS dan Israel masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

“IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun menyediakan dukungan bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk, karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun,” ujar Purbaya, dikutip dari keterangan resminya, Rabu (15/4/2026).

Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu, sehingga mampu menyerap berbagai tekanan eksternal, termasuk lonjakan harga minyak akibat konflik global.

“Kami mampu menyerap shock yang terjadi. IMF melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif, meskipun mereka tidak memberikan perlakuan khusus kepada negara tertentu,” tambahnya.

Selain dengan IMF, Purbaya juga menghadiri pertemuan dengan World Bank dan S&P Global Ratings. Dalam persamuhan tersebut, klaimnya, strategi fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto memperoleh penilaian positif.

“Bank Dunia dan lembaga rating menyampaikan kepuasan atas strategi yang kami paparkan. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kini semakin berkurang,” tegasnya.

Ke depan, menurutnya, Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana