tirto.id - Di hari ke 47 perang Iran-AS hari ini, Senin, 15 April 2026, terdapat banyak perkembangan dalam hubungan kedua negara. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut jika negosiasi kedua dengan Iran akan dilakukan dalam minggu ini.
Setelah kegagalan di negosiasi pertama yang dilakukan di Islamabad, Pakistan, AS dan Iran berniat untuk duduk bersama kembali guna membahas tentang masa depan konflik kedua negara.
Trump lewat unggahan di Truth Socialnya menyebut jika kendala utama dalam mencapai kata sepakat dengan Iran adalah negara tersebut menolak syarat utama AS untuk berdamai yakni tidak lagi mengembangkan nuklir.
Selain konflik Iran dan AS yang masih dalam periode gencatan senjata, ketegangan Israel dan Lebanon juga masih berlanjut. Meski dua negara ini mulai bernegosiasi, namun Israel bertekad untuk tetap melancarkan serangan ke Lebanon guna menumpas kelompok bersenjata Hizbullah.
Rangkuman Hari ke-47 Perang Iran-AS
Berikut beberapa poin penting yang terjadi di hari ke-47 perang Iran-AS dikutip Al Jazeera (15/4/2026):
1. Bantuan kemanusiaan mulai masuk ke Iran
Palang Merah internasional akhirnya berhasil mengirimkan bantuan medis ke Iran untuk pertama kalinya sejak perang dimulai.2. Tekanan ekonomi meningkat, Iran tuntut kompensasi dari 5 negara Arab
Amerika Serikat menghentikan keringanan sanksi penjualan minyak Iran, yang berpotensi memperparah krisis ekonomi. Iran sendiri mengklaim kerugian perang telah mencapai sekitar $270 miliar atau sekitar 4,63 kuadriliun rupiah.Duta besar dan perwakilan Iran di PBB mengirim surat pada Sekjen PBB dan Ketua Dewan Keamanan, berencana menuntut kompensasi perang termasuk dari 5 negara Arab.
3. Situasi domestik Iran masih tidak stabil
Ledakan kecil di Teheran menunjukkan bahwa keamanan internal belum sepenuhnya terkendali, meskipun tidak menyebabkan kerusakan besar.4. Isu nuklir tetap menjadi hambatan utama negosiasi Iran-AS
Perbedaan besar masih terjadi antara AS dan Iran terkait penghentian pengayaan uranium AS mengusulkan 20 tahun, sedangkan Iran hanya 5 tahun. Hal ini membuat negosiasi sulit mencapai titik temu.5. Israel usul penempatan militernya di Lebanon sampai Hizbullah bubar
Israel sedang mempertimbangkan rencana untuk menempatkan pasukannya secara jangka panjang di wilayah selatan Lebanon, dengan kedalaman hingga sekitar 8 kilometer dari perbatasan. Hal ini dilakukan hingga kelompok bersenjata Hizbullah resmi bubar.6. Konflik Israel vs Hizbullah masih berlanjut
Hizbullah terus meluncurkan roket ke Israel, sedangkan Israel meningkatkan serangan udara dan bahkan mempertimbangkan kehadiran militer jangka panjang di Lebanon selatan.7. Tekanan politik pada Trump meningkat
Publik AS mulai mempertanyakan kesehatan mental Presiden Donald Trump. Bahkan salah satu anggota DPR AS mengajukan RUU untuk membentuk komisi guna menyelidiki kesehatan Trump.Ini dilakukan setelah Trump kerap mengeluarkan komentar-komentar kontroversial termasuk saat berniat menghancurkan Iran dalam satu malam dan perselisihannya dengan Paus Leo XIV.
8. Ketegangan internasional meluas
Presiden AS mengkritik Giorgia Meloni karena tidak mendukung serangan ke Iran. Meloni juga menangguhkan perpanjangan otomatis perjanjian pertahanan jangka panjang dengan Israel.9. Dampak besar terhadap ekonomi global
International Monetary Fund memperingatkan risiko resesi global jika konflik berlanjut, terutama karena gangguan pada pasar minyak dan jalur penting seperti Selat Hormuz.10. Blokade Selat Hormuz masih diberlakukan
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper menyebut angkatan laut AS telah berhasil memberlakukan blokade di Selat Hormuz sepenuhnya.Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































