tirto.id - Pemerintah resmi mengumumkan jadwal lengkap penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M. Menteri Haji dan Umrah, K.H. Mochamad Irfan Yusuf Hasyim (Gus Irfan), menyampaikan bahwa operasional haji akan dimulai pada April 2026, dengan jemaah kloter pertama dijadwalkan masuk asrama haji pada 21 April 2026.
“Dilanjutkan keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026 hingga kloter terakhir pada 21 Mei 2026," ujar Gus Irfan dalam konferensi pers di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan jadwal resmi, tim pendahulu petugas haji akan berangkat lebih awal pada 13 April, disusul Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Bandara dan Madinah pada 17 April. Sementara PPIH Daker Mekkah dijadwalkan bertolak pada 24 April 2026.
Setelah seluruh jemaah diberangkatkan, puncak ibadah haji di Arafah diperkirakan jatuh pada 25–26 Mei 2026.
Setelah itu, proses pemulangan jemaah ke tanah air akan dimulai pada 1 Juni dan berakhir pada 1 Juli 2026.
Gus Irfan menjelaskan, tahun ini pemerintah menyiapkan 16 embarkasi untuk melayani pemberangkatan jemaah di seluruh Indonesia.
"Jemaah akan diberangkatkan dari 16 embarkasi haji. Ada tambahan dua embarkasi baru yaitu Cipondoh dan Yogyakarta," katanya.
Selain penambahan embarkasi, pemerintah juga menyediakan fasilitas fast track di empat bandara, yakni Soekarno-Hatta (Tangerang), Adi Soemarmo (Solo), Juanda (Surabaya), dan Sultan Hasanuddin (Makassar).
Fasilitas ini memungkinkan proses imigrasi Arab Saudi diselesaikan di Indonesia sehingga memangkas waktu tunggu saat tiba di tujuan.
Gus Irfan menekankan bahwa seluruh tahapan ini dijalankan dengan mengedepankan faktor keamanan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Fokus utama mencakup keamanan jemaah selama di Arab Saudi, keamanan perjalanan, hingga logistik.
Guna memastikan kelancaran operasional, pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, otoritas bandara, maskapai penerbangan, serta Pemerintah Arab Saudi.
"Presiden memerintahkan bahwa keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Sehingga, semua skenario penyelenggaraan ibadah haji dan mitigasi risiko didasarkan pada prinsip tersebut," tegas Gus Irfan.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































