tirto.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mulai mengenakan aturan cukai terhadap peredaran rokok ilegal mulai Desember 2025. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menutup pasar barang ilegal dan menghidupkan kembali industri domestik.
Purbaya mengatakan kebijakan itu juga akan berjalan beriringan dengan upaya Kementerian Keuangan merapikan pasar dan mencegah industri dalam negeri “mati” karena maraknya barang impor ilegal.
“Harusnya Desember jalan. Nanti, kalau sudah itu jalan, pemain-pemain (ilegal), saya nggak akan lihat ke belakang, lihat ke depan, pemain-pemain yang tadinya gelap, kalau masih gelap, kita sikat. Nggak ada kompromi di situ,” ujarnya dalam rapat kerja di Komite IV DPD RI, Senin (13/11/2025).
Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan memberi kesempatan para produsen rokok ilegal untuk bisa terdaftar secara resmi. Hal tersebut tak hanya berlaku kepada produk rokok ilegal, melainkan juga pakaian hingga baja.
"Setelah rokok kan kita, apa ribut-ribut? Pakaian kan? Pakaian, begini-gini, tapi kita diam saja. Saya pernah ikut fashion show, datang ke fashion show, bagus-bagus.Ini bagus-bagus.Di sebelah saya ada yang bisik, 'Pak, 99 persen dikuasai Cina.' Yang benar? 'Iya.'Itu ngapain? Kan bagus. 'Ya nggak tahu Pak, pokoknya kita dikuasai.'Saya waktu itu ketua LPS, nggak bisa apa-apa," tuturnya.
Menurut Purbaya, kenaikan tarif yang terlalu tinggi pada beberapa produk di era sebelum dirinya menjabat menteri keuangan—termasuk rokok—, justru mendorong masuknya barang gelap.
“Dibuatlah kebijakan penaikan tarif ke level yang tinggi sekali. Jadi pada kenyataannya, ya pada merokok saja, yang terjadi adalah barang-barang gelap yang masuk,” katanya, sembari mencontohkan arus barang ilegal dari negara tetangga seperti Cina dan Vietnam yang menempati celah kebijakan tersebut.
Purbaya juga menyatakan akan memantau dan menindak pihak-pihak yang keras memprotes kebijakan ini, yang menurutnya bisa jadi merupakan penanda adanya dalang di balik peredaran barang ilegal.
“Gimana kalau ada yang protes? Saya lihat siapa yang paling keras protesnya, itu saya tangkap duluan. Karena berarti dia dalang di belakangnya,” ujarnya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id





































