Menuju konten utama

PT DSI Resmi Diluncurkan, Ini Susunan Direksi dan Komisarisnya

PT Danantara Sumberdaya Indonesia resmi diluncurkan dengan jajaran direksi dan komisaris yang diisi para profesional berpengalaman dari berbagai sektor.

PT DSI Resmi Diluncurkan, Ini Susunan Direksi dan Komisarisnya
Peluncuran Danantara Sumberdaya Indonesia di Wisma Danantara, Senin (24/8/2026). Tirto.id/Rachmadin Ismail
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi diluncurkan dengan susunan jajaran direksi dan komisaris yang diisi sejumlah profesional dari sektor hukum, perbankan, energi, pertambangan, keuangan, hingga pemerintahan.

Dalam acara peluncurannya di Wisma Danantara, Senin (24/8/2026), DSI juga secara resmi dikenalkan sebagai entitas yang tak hanya mengelola proses ekspor, tetapi sebagai penghubung dan fasilitator dalam ekosistem perdagangan komoditas strategis Indonesia.

Peran tersebut mencakup upaya connecting, verifying, hingga facilitating para pelaku usaha dengan pasar global, sekaligus membangun mekanisme yang lebih terintegrasi dalam pengelolaan data dan transaksi ekspor.

CEO Danantara Rosan P Roeslani menekankan bahwa kehadiran DSI tidak dimaksudkan untuk menggantikan fungsi regulator tetapi membangun mekanisme yang dapat memperkuat proses verifikasi serta memastikan tersedianya aliran data ekspor yang kredibel.

Adapun aspek yang perlu diperkuat antara lain terkait harga dan repatriasi devisa. Karena itu, orientasi kebijakan tidak semata-mata mengejar volume ekspor. Kedepan, DSI diharapkan dapat menghubungkan (connect) produsen dan eksportir Indonesia dengan pembeli serta pasar internasional, sehingga akses pasar dapat diperluas dan posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global semakin kuat.

Selanjutnya, DSI berperan dalam melakukan verifikasi (verify) terhadap data dan transaksi ekspor, termasuk memastikan kesesuaian informasi mengenai volume, kualitas, harga, serta nilai transaksi. Penguatan titik verifikasi ini ditujukan untuk meningkatkan integritas data dan mencegah terjadinya praktik under-invoicing maupun penyimpangan dalam perdagangan komoditas strategis.

DSI juga diarahkan untuk memfasilitasi (facilitate) proses perdagangan dan transaksi ekspor agar berjalan lebih transparan, efisien, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi Indonesia.

Rosan juga menegaskan bahwa implementasi kebijakan terhadap ekspor komoditas strategis perlu dilakukan secara bertahap, terukur, dan berbasis pada kesiapan agar arus bisnis yang sedang berjalan tidak terganggu. Dengan demikian, keberadaan DSI diharapkan dapat menghadirkan nilai nyata bagi Indonesia. “Bukan hanya (dalam) transparansi. Posisi Indonesia di pasar global makin baik dan makin memberi nilai tambah,” kata Rosan dalam sambutannya di acara peluncuran tersebut.

Direksi dan Komisaris DSI

Susunan Direksi dan Komisaris DSI. Doc: Istimewa

Jajaran Direksi

Sementara itu, di jajaran Direksi, terdapat sedikitnya tiga nama yang ditunjuk sebagai anggota—mendampingi Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama—yakni Ivan Ferdiansyah Baely sebagai Direktur Legal & Kepatuhan; Nur Hidayat Udin sebagai Direktur Manajemen Risiko, dan Sinthya Roesly sebagai Direktur Keuangan.

Ketiganya merupakan profesional dengan rekam jejak panjang di bidang masing-masing. Ivan merupakan senior corporate lawyer sekaligus Managing Partner IABF Law Firm dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang hukum korporasi, M&A, restrukturisasi, perbankan, kepailitan, dan kepatuhan regulasi. Ia meraih gelar LL.M. dari University of Melbourne dan gelar hukum dari Universitas Indonesia.

Sementara Nur Hidayat memiliki pengalaman 26 tahun di Bank Mandiri, dengan posisi terakhir sebagai Senior Vice President–Wholesale Risk. Ia kemudian menjabat sebagai Director of Risk Management & HSSE di MIND ID pada 2023-2025. Kompetensinya mencakup manajemen risiko, kepatuhan, risiko operasional, dan tata kelola HSSE.

Adapun Sinthya sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT PLN (Persero). Ia juga pernah memimpin PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia pada 2009-2017 dan Indonesia Eximbank pada 2017-2019. Pengalamannya mencakup pembiayaan infrastruktur, transformasi BUMN, dan pasar modal.

Susunan Komisaris

Di jajaran Komisaris, terdapat empat nama dengan rekam jejak yang kuat di bidang masing-masing, yakni M. Syaifurrahman Noor atau Cipung Noor sebagai Komisaris Utama, serta Mari Elka Pangestu, Tony Wenas, dan Harold Tjiptadjaja sebagai Komisaris.

Cipung Noor dikenal sebagai senior aerospace & defense leader. Ia merupakan President Commissioner PT Indonesian Defense Security and Technology (IDST) sejak 2021 dan sebelumnya pernah menjabat President of IPTN North America di Seattle serta IPTN Director untuk program CN-235 di Bandung. Ia juga memiliki pengalaman sebagai Production Development Engineer di Madrid, Spanyol, dan meraih gelar Bachelor of Electrical Engineering dari ITS Surabaya.

Harold Tjiptadjaja memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang investasi, M&A, project finance, dan restrukturisasi korporasi. Saat ini, ia tercatat sebagai Senior Director Strategic Unit/Transaction & Strategy Support di Danantara Indonesia. Sebelumnya, Harold menjabat Managing Director Investment Banking di Mandiri Sekuritas serta CIO dan Managing Director Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Mari Elka Pangestu pernah menjabat Managing Director of Development Policy and Partnerships di World Bank pada 2020-2023. Sebelumnya, ia merupakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2011-2014 dan Menteri Perdagangan pada 2004-2011. Sementara itu, Tony Wenas merupakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sejak Desember 2018 dan memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam kepemimpinan lintas sektor.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana