tirto.id - Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena menjadi salah satu pihak yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (21/9/2026). Berikut profil dan rincian harta kekayaannya.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut total terdapat 14 orang yang ditangkap dalam operasi tersebut. Sirajudin ditangkap di Jakarta bersama empat orang lainnya, sedangkan delapan orang diamankan di Sulawesi Utara dan satu orang lainnya di Gorontalo.
KPK menyebut pihak-pihak yang diamankan bersama Sirajudin berasal dari unsur kepala dinas, aparatur sipil negara (ASN), serta pihak swasta.
KPK menyatakan OTT yang menjerat Sirajudin berkaitan dengan dugaan korupsi pada sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), termasuk pembangunan infrastruktur jalan.
KPK juga mengamankan uang tunai dalam bentuk rupiah senilai ratusan juta rupiah dari sejumlah lokasi di Jakarta, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
"Tim mengamankan barang bukti, di antaranya uang tunai dalam bentuk rupiah dengan total senilai ratusan juta rupiah," kata Budi Prasetyo, Senin (21/9/2026).
"Sebagian diamankan di Jakarta beserta pihak-pihak yang diamankan. Kemudian sejumlah uang lain diamankan di wilayah Sulawesi Utara ataupun di Gorontalo," tambahnya.
Profil Sirajudin Lasena Bupati Bolaang Mongondow Utara
Sirajudin Lasena lahir di Boroko, Bolaang Mongondow Utara, pada 8 Januari 1975. Ia merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara, pasangan Ismet Lasena yang dikenal sebagai imam besar masjid dan Dariman Lauma.
Masa pendidikan dasarnya ditempuh di SD Negeri IV Boroko, kemudian dilanjutkan di SMP Negeri 1 Kaidipang. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pertama, Sirajudin merantau ke Kota Palu, Sulawesi Tengah, untuk melanjutkan pendidikan di SMEA Negeri Palu pada 1995.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan studi di Sekolah Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu dengan mengambil jurusan Akuntansi dan berhasil memperoleh gelar sarjana pada 2002. Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut ke jenjang magister.
Pada 2013, Sirajudin menyelesaikan program Magister (S2) Ekonomi Pembangunan di Universitas Gadjah Mada. Tidak berhenti di jenjang tersebut, pada 2020 ia kembali menempuh pendidikan doktoral (S3) dengan mengambil bidang Administrasi Publik di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Sirajudin pernah dipercaya menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Keterlibatannya dalam organisasi kepemudaan kemudian berlanjut pada aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan. Pada 2015, ia dipercaya menjadi bagian dari Majelis Pertimbangan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).
Setahun kemudian, pada 2016, Sirajudin menjadi anggota presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Di bidang olahraga, Sirajudin juga aktif dalam organisasi tenis meja. Pada periode 2022-2024, ia dipercaya sebagai Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Cabang Bolaang Mongondow Utara.
Karier Sirajudin di pemerintahan kemudian berkembang hingga tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pada 2023, ia dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara. Pada tahun yang sama, ia juga mendapat penugasan sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bolaang Mongondow Utara.
Pengalaman sebagai birokrat dan penjabat kepala daerah tersebut kemudian menjadi bekal bagi Sirajudin untuk memasuki kontestasi politik elektoral di daerah asalnya.
Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow Utara 2024, Sirajudin maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Mohammad Aditya Pontoh, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Pasangan tersebut memperoleh 18.479 suara atau 34,69 persen dari total suara sah. Hasil tersebut mengantarkan Sirajudin terpilih sebagai Bupati Bolaang Mongondow Utara untuk masa jabatan 2025-2030.
Sirajudin kemudian resmi menjabat sebagai Bupati Bolaang Mongondow Utara sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Harta Kekayaan Sirajudin Lasena Bupati Bolaang Mongondow Utara
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 29 Maret 2026 untuk laporan periodik tahun 2025, total harta kekayaan Sirajudin yang dilaporkan setelah dikurangi kewajiban utang adalah sekitar Rp1,2 miliar.
Komponen terbesar kekayaan Sirajudin berasal dari kategori tanah dan bangunan dengan nilai Rp810.000.000. Aset tersebut terdiri atas empat bidang, yaitu tanah dan bangunan seluas 638 meter persegi dengan luas bangunan 128 meter persegi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan nilai Rp400 juta.
Kedua, tanah dan bangunan seluas 150 meter persegi dengan luas bangunan 95 meter persegi di Kota Gorontalo,dengan nilai Rp300 juta. Selain dua aset tersebut, Sirajudin melaporkan tanah seluas 50.000 meter persegi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan nilai Rp60 juta, serta tanah seluas 1.053 meter persegi di daerah yang sama dengan nilai Rp50 juta.
Selain properti, Sirajudin mencatat kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp326.000.000. Komponen tersebut terdiri atas sebuah camp sepeda gunung tahun 2020 dengan nilai Rp1 juta, serta sebuah mobil Suzuki Baleno 3K5FX (4x2) tahun 2023 dengan nilai Rp325 juta.
Selanjutnya, Sirajudin melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp202.500.000 dan memiliki kas dan setara kas sebesar Rp126.087.096.
Sirajudin memiliki utang sebesar Rp260.171.046, sehingga total harta kekayaan bersih sebesar Rp1.204.416.050.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































