tirto.id - Presiden Direktur Prudential Syariah, Iskandar Ezzahuddin Ahmad Zulkiflee, menyampaikan bahwa perusahaan telah membayarkan klaim dan manfaat senilai Rp2,2 triliun sepanjang 2025.
“Sebagai bentuk komitmen Prudential Syariah sepanjang 2025, Prudential Syariah telah membayarkan Rp2,2 triliun klaim dan manfaat kepada lebih dari 68.000 peserta,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pada 2025 industri asuransi jiwa mencatat pertumbuhan aset sekitar 20 persen menjadi Rp37,9 triliun. Sementara itu, jumlah polis asuransi jiwa syariah meningkat 9 persen menjadi lebih dari 1 juta polis.
Secara industri, total pembayaran klaim dan manfaat asuransi jiwa sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp4 triliun, yang disalurkan kepada 412.000 peserta atau naik 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Prudential Syariah juga mendominasi pasar dengan pangsa pasar APE sebesar 22 persen, mencatatkan kontribusi bisnis baru sebesar Rp1 triliun dan total aset mencapai sekitar Rp8 triliun,” sebut Iskandar.
Di kesempatan yang sama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama, menilai penetrasi asuransi di kalangan masyarakat Muslim Indonesia masih rendah, meski potensi pasarnya sangat besar.
Ia menyebut, dari sekitar 244 juta penduduk Muslim di Indonesia dengan total populasi sekitar 285 juta jiwa, jumlah pemegang polis asuransi jiwa masih sekitar 1 juta orang.
“Populasi kita kan besar sekali, ya, 244 juta muslim. Kita juga bangsa kita 285 juta, tapi baru 1 juta yang tercover oleh polis, ya. Jadi, potensi kita masih sangat-sangat besar,” tuturnya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id




































