Menuju konten utama

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Disusun Ulang Usai Gagal Dilelang

Proyek tersebut mesti dilakukan pengaturan ulang demi memenuhi kelayakan secara finansial.

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Disusun Ulang Usai Gagal Dilelang
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Willan Oktavian di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (11/6/2025). tirto.id/Nabila Ramadhanty Putri Darmadi.

tirto.id - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Willan Oktavian, menyatakan pihaknya tengah menyusun ulang tahapan proyek Tol Gilimanuk–Mengwi usai sebelumnya gagal dalam proses lelang. Penyusunan ulang tahapan proyek tersebut dilakukan agar lebih menarik minat investor.

“Kalau Gilimanuk-Mengwi, ini lagi review pentahapan, karena ada penyesuaian pentahapan karena yang sebelumnya kan putus ya, mau lelang lagi pentahapan sedang diproses di DJPI juga,” kata Willan di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Dia menjelaskan secara terbuka terkait alasan proyek tol itu belum sukses. Katanya, proyek itu mesti dilakukan pengaturan ulang demi memenuhi kelayakan secara finansial.

“Karena kalau dibilang apa adanya kan nggak layak, nggak akan laku, makanya harus dikurangi. Jadi pentahapannya itu yang sedang disusun,” jelasnya.

Pemerintah juga akan memberikan dukungan konstruksi untuk meningkatkan kelayakan proyek di mata investor. Hal tersebut agar proyek yang ditangani investor memiliki keuntungan.

“Ya, jadi harus ada dukungan konstruksi dari pemerintah supaya jadi layak. Cuman lagi diatur bagian mana yang di-exclude gitu ya, yang paling optimal supaya nanti begitu dibangun, yang dibangun oleh investor itu bisa langsung hidup lah traffic-nya,” katanya.

Willan juga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan lelang untuk tiga proyek tol strategis yang ditujukan bagi investor asing. Ketiganya adalah Tol Gilimanuk-Mengwi, Tol Karawang-Sentul dan Tol Pejagan-Cilacap. Nantinya, keseluruhan proyek tol itu akan menggunakan skema investasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Ketiganya, kata William, kini tengah berada tahap finalisasi persiapan, yang masing-masingnya berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Saya dapat infonya dari DJPI, Karawang-Sentul itu sudah siap tender tinggal menunggu dokumen amdal (analisis mengenai dampak lingkungan). Ketika dokumen amdal muncul, nanti dari DJPI disampaikan ke BPJT untuk ditenderkan,” katanya.

Untuk Tol Pejagan-Cilacap, Willan mengatakan proyeknya masih dalam tahap penyusunan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan rencananya rampung akhir tahun ini.

“Kalau Pejagan-Cilacap itu sedang proses penyusunan FS, di DJPI juga. Targetnya kalau nggak salah Desember ini selesai FS-nya. Nanti baru proses selanjutnya,” ujarnya.

Ketiga proyek tol itu nantinya murni menggunakan investasi KPBU berbasis user charge, atau pengembalian biaya melalui tarif tol pengguna. “Full KPBU, jadi investasi. User charge,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait JALAN TOL atau tulisan lainnya dari Nabila Ramadhanty

tirto.id - Insider
Reporter: Nabila Ramadhanty
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Dwi Aditya Putra