Menuju konten utama

Profil Umaro Embalo, Presiden Guinea-Bissau yang Dikudeta

Umaro Mokhtar Sissoco Embaló, Presiden Guinea-Bissau digulingkan militer, Rabu (26/11). Simak profil dan karier politiknya melalui artikel berikut ini.

Profil Umaro Embalo, Presiden Guinea-Bissau yang Dikudeta
Presiden Guinea-Bissau Umaro Sissoco Embalo berpidato di Sidang Umum ke-76 Majelis Umum PBB di New York City, AS, 22 September 2021. (ANTARA/Reuters/Eduardo Munoz/Pool/as.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Militer Guinea-Bissau menggulingkan Presiden Umaro Sissoco Embaló dalam sebuah kudeta, Rabu (26/11). Mereka menutup perbatasan darat, laut, dan udara, dengan dalih telah mengungkap rencana yang diduga mengacaukan stabilitas negara tersebut.

Melansir Anadolu, sekelompok perwira militer, yang menyebut diri mereka sebagai “Komando Militer Tinggi untuk Pemulihan Keamanan Nasional dan Ketertiban Umum,” membacakan pernyataan di markas angkatan bersenjata yang disiarkan televisi nasional TGB.

Mereka mengumumkan telah “mengambil alih seluruh kekuasaan negara” dan membenarkan kudeta Presiden Umaro Sissoco Embaló serta penutupan semua akses. Sementara negara di Afrika Barat itu menunggu hasil pemilihan presiden, seperti dilansir BBC.

Kronologi Militer Gulingkan Presiden Guinea-Bissau

Langkah itu diklaim untuk menggagalkan rencana seorang politisi tak dikenal yang didukung gembong narkoba untuk mengganggu stabilitas di Guinea Bissau.

Militer menangguhkan semua aktivitas media, menghentikan pemilu yang sedang berlangsung, dan menutup seluruh perbatasan. Mereka juga memberlakukan jam malam hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kudeta militer itu juga disertai laporan baku tembak, tetapi belum diketahui siapa yang terlibat maupun apakah ada korban jiwa. Berdasarkan laporan Anadolu, suara tembakan itu terdengar pada siang hari di dekat istana presiden.

Menyusul pemilihan presiden akhir pekan lalu, baik kubu Presiden Embalo maupun calon independen Fernando Dias mengklaim kemenangan.

Embaló mengklaim telah menghadapi berbagai upaya kudeta selama masa jabatannya, meski pengkritiknya menilai ia sengaja menciptakan krisis untuk menekan oposisi. Pria 53 tahun itu berambisi menjadi presiden pertama dalam 30 tahun terakhir yang terpilih untuk masa jabatan kedua berturut-turut.

Di sisi lain, sebelum kudeta, Dias meminta militer tetap netral dan tidak terlibat dalam pemilihan presiden saat mengeklaim kemenangannya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak menuntut apa pun dan akan menunggu pengumuman resmi hasil pemilu yang dijadwalkan Kamis ini.

Profil Umaro Sissoco Embaló

Umaro Mokhtar Sissoco Embaló lahir pada 23 September 1972, ia merupakan seorang politikus dan mantan perwira militer Bissau-Guinea yang saat ini menjabat sebagai Presiden Guinea-Bissau ke-6 sejak tahun 2020, sebelum akhirnya digulingkan pada November 2025.

Embaló, yang juga pernah menjadi anggota partai Madem G15, menjabat sebagai perdana menteri ke-18 di bawah Presiden José Mário Vaz dari 2016 hingga 2018.

Lahir dari keluarga Muslim Fulani di Bissau, Embaló muda menempuh pendidikan di Technical University of Lisbon serta Complutense University of Madrid. Ia meraih gelar sarjana ilmu politik dari kedua universitas tersebut dan meraih gelar doktor hubungan internasional dari Complutense University.

Embaló kemudian masuk Angkatan Darat Bissau-Guinea dan mengikuti pelatihan di Belgia, Israel, Afrika Selatan, Jepang, dan Prancis. Sebelum berkarier di dunia politik, ia pernah mengajar di biadang urusan Afrika dan Timur Tengah, serta pertahanan, kerja sama internasional, dan pembangunan.

Karier Politik Umaro Sissoco Embaló

Pada 2016, pria asal Bissau itu memulai karier politik dengan bergabung ke Partai Afrika untuk Kemerdekaan Guinea dan Tanjung Verde (PAIGC) yang saat itu berkuasa. Pada tahun yang sama, ia diangkat Presiden Vaz sebagai perdana menteri.

Selama periode tersebut, perselisihan antara Embaló dan PAIGV berkembang hingga dua tahun, hingga pada 2018 Embaló meninggalkan partai tersebut dan membentuk partai Madem G15 serta mengundurkan diri sebagai perdana menteri.

Pada 2019, Embaló mencalonkan diri sebagai presiden dan berhasil memenangkan pemilihan. Ia kemudian dilantik sebagai presiden pada bulan Februari tahun berikutnya.

Embaló menyebut gaya pemerintahannya sebagai "Embaloisme", yang ia artikan sebagai ketertiban, disiplin, dan pembangunan. Ia menegaskan bahwa tidak ada negara atau presiden kecil, dan membandingkan dirinya dengan pemimpin seperti Lee Kuan Yew dan Rodrigo Duterte.

Pria kelahiran 1972 itu sempat menyatakan tidak akan maju kembali dalam pemilihan presiden berikutnya yang dijadwalkan pada November 2025. Namun, ia kembali mencalonkan diri pada Pilpres Guinea-Bissau 2025, dan mengklaim kemenangan sebelum hasil resmi diumumkan.

Pada 26 November, Embaló ditahan dalam kudeta yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat dan dibawa ke Markas Besar Staf Umum Angkatan Bersenjata.

Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Profil. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!

Kumpulan Artikel Profil

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Indyra Yasmin

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Indyra Yasmin
Editor: Yantina Debora