Menuju konten utama

TNI AD akan Perkuat Operasi Militer Selain Perang di Papua

Kegiatan OMSP yang akan dilakukan TNI AD di Papua di antaranya adalah peningkatan pengamanan di perbatasan sampai objek vital nasional.

TNI AD akan Perkuat Operasi Militer Selain Perang di Papua
Sejumlah prajurit TNI AD anggota Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) mengikuti upacara penyambutan Batalyon Infanteri (Yonif) 715/Motuliato di Pelabuhan Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Rabu (6/8/2025). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/rwa.

tirto.id - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan memperkuat kegiatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dengan pendekatan pintar atau smart approach di tanah Papua.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Kolonel (Inf) Donny Pramono, menjelaskan kegiatan OMSP yang akan dilakukan TNI AD di Papua di antaranya adalah peningkatan pengamanan di perbatasan sampai objek vital nasional.

“TNI AD terus memperkuat kegiatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang meliputi Satgas Pamtas RI–PNG, pengamanan objek vital nasional, pengamanan pulau terluar berpenduduk, serta pengamanan VVIP,” kata Donny saat dihubungi wartawan pada Rabu (26/11/2025).

Dalam menerapkan strategi smart approach di Papua, TNI AD juga akan menggencarkan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, sampai pendampingan pertanian dan perikanan.

Hal itu menurutnya dilakukan guna membangun kepercayaan, membuka akses layanan dasar, serta mendorong stabilitas jangka panjang di Papua.

“Pilar terpenting dari smart approach adalah pembinaan teritorial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. TNI AD melaksanakannya melalui program-program seperti TMMD, karya bakti, penanggulangan bencana, layanan kesehatan, serta pendampingan pertanian dan perikanan yang selama ini telah berjalan di berbagai wilayah Papua,” urainya.

Meski begitu, Donny menegaskan bahwa TNI AD akan tetap menjalankan tugas penanganan keamanan di tanah Papua secara proporsional.

“Untuk aspek keamanan, setiap langkah berjalan terkoordinasi, terukur, dan sangat selektif,” sebutnya.

Namun, dengan implementasi strategi smart approach, TNI AD tidak akan berorientasi pada operasi keamanan secara penuh, melainkan juga fokus pada pembangunan di lingkup masyarakat.

“Implementasi smart approach oleh TNI AD di Papua tidak semata-mata berorientasi pada operasi keamanan, tetapi lebih pada perpaduan antara perlindungan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan dukungan pembangunan wilayah secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait TNI AD atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto