Menuju konten utama

TNI AD Dominasi Jumlah Pasukan Perdamaian di Gaza Palestina

Dari rencana pengerahan 20 ribu pasukan perdamaian di Gaza, sebanyak 60 persen di antaranya merupakan prajurit TNI AD.

TNI AD Dominasi Jumlah Pasukan Perdamaian di Gaza Palestina
Sejumlah prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-P MONUSCO Kongo 2019 mengecek perbekalan saat masa persiapan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Sentul Bogor, Selasa (22/1/2019). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya.

tirto.id - Pasukan perdamaian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan ditempatkan di Gaza, Palestina, akan didominasi oleh prajurit dari matra TNI Angkatan Darat (AD).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, (Kadispenad), Kolonel (Inf) Donny Pramono, mengatakan, dari rencana pengerahan 20 ribu pasukan perdamaian di Gaza, sebanyak 60 persen di antaranya merupakan prajurit TNI AD.

“Untuk kontribusi personel, rencana awal memproyeksikan bahwa dari total sekitar 20 ribu pasukan perdamaian, porsi TNI AD berada pada kisaran 60 persen,” kata Donny saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (26/11/2025).

Sedangkan matra TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU) disebut Donny akan mengirimkan masing-masing sebanyak 25 dan 15 persen prajuritnya dari total keseluruhan pasukan.

Meski begitu, ia menekankan bahwa jumlah persentase prajurit yang dikirimkan masih belum final, dan akan menunggu keputusan resmi dari Markas Besar (Mabes) TNI.

“Sementara TNI AL dan TNI AU masing-masing 25 persen dan 15 persen. Namun demikian, angka final akan ditetapkan secara resmi oleh Mabes TNI sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan misi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pengiriman pasukan perdamaian TNI ke Gaza merupakan operasi gabungan atau joint forces di bawah kendali penuh Mabes TNI.

TNI AD menurutnya hanya akan berperan menyiapkan prajurit dan satuan yang relevan sesuai dengan kebutuhan dalam rencana operasi pasukan perdamaian itu.

“Mulai dari pemenuhan struktur Brigade Komposit hingga dukungan satuan-satuan fungsi khusus,” terangnya.

Saat ini, ia mengatakan bahwa TNI AD telah menyiapkan kemampuan para prajurit sekaligus berbagai kebutuhan materiil untuk operasi itu.

Beberapa tahapan persiapan yang telah dilakukan di antaranya adalah menentukan satuan apa saja yang sesuai dengan kebutuhan operasi, mempersiapkan perlengkapan, sampai dengan pembekalan prajurit.

“Terkait kesiapan batalyon kesehatan, zeni konstruksi, maupun elemen bantuan lainnya, TNI AD pada prinsipnya sudah melakukan penyiapan personel, kemampuan, dan materiil secara bertahap,” tuturnya.

Donny menegaskan bahwa TNI AD sepenuhnya siap mendukung apa yang menjadi keputusan negara dalam misi kemanusiaan ini, dan seluruh prosesnya akan dipersiapkan dengan cermat dan saling terintegrasi dengan dua matra TNI lainnya.

“Kami memastikan bahwa setiap langkah tetap berada dalam satu komando dan satu kebijakan, sehingga apa yang disampaikan kepada publik pun seragam dan akurat,” tukasnya.

Baca juga artikel terkait PASUKAN PERDAMAIAN PBB atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto