tirto.id - Media asal Inggris, Football Insider 247, melaporkan bahwa Giovanni van Bronckhorst masuk dalam kandidat pelatih baru Timnas Indonesia. Di sisi lain, juru taktik asal Belanda itu saat ini menjabat sebagai asisten pelatih Liverpool. Lantas, benarkah pelatih yang akrab dipanggil Gio itu masuk dalam radar PSSI?
"Giovanni van Bronckhorst sedang dipertimbangkan untuk mengisi posisi manajer [pelatih] Timnas Indonesia, menurut sumber kepada Football Insider 247," tulis media tersebut dikutip Selasa (25/11/2025).
Prestasi Gio memang tidak diragukan. Meski performa Liverpool sedang menurun belakangan ini, prestasinya selama ini tidak bisa dipandang remeh. Dari rekam jejaknya sebagai juru taktik Besiktas, Rangers, Guangzhou R&F, dan Feyenoord, banyak trofi yang telah ditorehkan.
Peluang Giovanni van Bronckhorst Melatih Timnas Indonesia
Giovanni van Bronckhorst bisa saja memiliki peluang besar untuk melatih Timnas Indonesia senior. Pasalnya, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji sempat menyatakan calon pelatih baru Timnas Indonesia masih terikat kontrak dengan klub atau timnas lain. PSSI punya lima kandidat yang identitasnya dirahasiakan.
“Kami tidak akan buka dan memang tidak akan kami buka dulu. Kami menghormati karena masing-masing pelatih kepala Itu punya privasi,” ucap Sumardji pada Kamis (20/11/2025).
Kandidat tersebut mungkin saja salah satunya Gio. Pelatih 50 tahun ini namanya disebut sebagai kandidat pelatih kepala Timnas Indonesia di tengah menurunnya prestasi Liverpool. Momen ini membuka peluang baginya untuk meninggalkan Anfield dan mengambil jabatan baru di level tim nasional.
Menariknya, Gio ini memiliki hubungan darah dengan Indonesia. Ia lahir di Rotterdam dari pasangan Victor van Bronckhorst, ayah Indonesia-Belanda, dan Fransien Sapulette, ibu Indonesia keturunan Maluku.
Profil Giovanni van Bronckhorst
Giovanni Christiaan van Bronckhorst merupakan mantan pemain sepak bola asal Belanda yang kini menggeluti dunia kepelatihan. Saat masih menjadi pemain, Gio mengawali kariernya di klub Feyenoord pada 1994. Empat tahun kemudian dia hengkang dan beralih membela Ranger sampai 2001.
Pada tahun yang sama, Gio bergabung dengan Arsenal di Liga Inggris. Bersama The Gunners, dirinya melesakkan dua gol dalam 42 penampilannya di lapangan hijau. Pemain kelahiran 5 Februari 1975 tersebut sempat merasakan bermain bersama Barcelona dengan status pinjaman sebelum akhirnya kembali menjadi pemain tetap untuk Arsenal.
Saat bersama Barcelona, Gio merasakan momen istimewa. Ia tampil di final Liga Champions edisi 2005-2006 dan menjadi starting line-up melawan Arsenal. Saat itu Barcelona menjadi jawara dengan mengalahkan Arsenal 2-1.
Mengutip TransferMarkt, Barcelona lantas mengontraknya dengan status bebas transfer dari 2004-2007. Setelah itu, Gio kembali membela Feyenoord sampai pensiun di tahun 2010.
Karier kepelatihan Gio dimulai ketika dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas Belanda U-21 pada 2010 hingga 2011. Pada 2011, dirinya menjabat sebagai asisten untuk Feyenoord sebelum akhirnya diangkat sebagai pelatih kepala pada 2012 sampai 2019.
Setelah itu, Gio melatih GZ R&F (2020), Rangers (2021-2022), dan Besiktas (2024). Setelah dipecat dari Besiktas, ia ditunjuk sebagai asisten pelatih di Liverpool mulai Juli 2025 sampai sekarang.
Perkiraan Gaji Giovanni van Bronckhorst
Perkiraan gaji yang diterima Giovanni van Bronckhorst pernah diungkap media The National saat dipecat klub Turki, Besiktas.
Saat itu Gio mendapatkan gaji sebesar 4,5 juta euro (Rp75 M) untuk pekerjaan yang dilakoni sepanjang 6 enam bulan. Angka ini termasuk pesangon 2 juta euro (Rp38,3 M) dan 1 juta euro (Rp19,1 M) bagi tim pelatih.
Ketika menjadi pelatih Glasgow Rangers, Gio bergaji 2,5 juta euro (Rp48 M) selama satu tahun. Gaji ini lebih rendah dibanding saat menjadi asisten pelatih bagi Liverpool yaitu sekitar 1 juta pound sterling per tahun (Rp21,9 M).
Dengan demikian, andai Giovanni van Bronckhorst masuk ke Timnas Indonesia senior maka PSSI harus mengeluarkan dana untuk pelatih kepala beserta asistennya. Estimasi sekitar Rp75 miliar per enam bulan mungkin saja menjadi pertimbangan.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id































