tirto.id - Ratu Belanda, Maxima, berkunjung ke Indonesia pada 24-27 November 2025. Berikut profil dan agenda istri Raja Belanda, Willem-Alexander, tersebut.
Ratu Maxima tiba mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Senin (24/11) malam. Kedatangan Maxima di Indonesia disambut oleh pasukan jajar kehormatan.
Akan tetapi, meskipun Maxima merupakan Ratu Belanda, kedatangannya ke Indonesia tidak terkait dengan Kerajaan Belanda.
Terlepas dari hal itu, bagaimana sosok Ratu Belanda itu, bagaimana silsilah kebangsawanannya yang membuatnya jadi Ratu Belanda?
Sosok Ratu Belanda Maxima, Silsilah, & Usia
Ratu Maxima bernama lengkap Maxima Zorreguieta. Meskipun Maxima kini menjabat sebagai Ratu Belanda, namun asal-usulnya justru tidak berangkat dari Negeri Kincir Angin.
Maxima lahir di Buenos Aires, Argentina pada 17 Mei 1971 –sekitar 11.462 kilometer dari Amsterdam, Belanda. Di ibu kota Argentina itulah Maxima tumbuh besar. Argentina juga jadi status kewarganegaraan yang menempel pada Maxima.
Uniknya, nama keluarga Zorreguieta yang melekat pada Maxima tidak berasal dari Argentina, melainkan dari Basque, bangsa yang terhimpit oleh Spanyol dan Prancis di Eropa.
Dari Basque, nama keluarga itu lalu berkembang ke Argentina ketika José Antonio Sorreguieta y Oyarzábal Gamboa y Sagastume pindah negara tersebut sekitar tahun 1790. Jose Antonio inilah leluhur Maxima.
Dengan silsilah unik tersebut, pada 1999, Maxima bertemu dengan Willem-Alexander, putra mahkota Kerajaan Belanda kala itu, di Sevilla, Spanyol. Dari pertemuan itu Maxima kemudian menjalin hubungan Willem-Alexander.
Maxima dan Willem-Alexander bertunangan pada 30 Maret 2001. Prosesi tunangan itu membuat Maxima mendapatkan kewarganegaraan Belanda pada tahun yang sama. Kini, Maxima memiliki dua kewarganegaraan, yakni Argentina dan Belanda.
Pernikahan keduanya kemudian terjadi pada 2 Februari 2002 di Amsterdam, Belanda melalui serangkaian tata cara pernikahan kerajaan Oranje.
Pernikahan itu sempat menimbulkan kontroversi di Belanda. Asal usul Maxima diperdebatkan publik dan kerajaan. Namun, perdebatan itu bukan karena statusnya sebagai rakyat biasa atau bangsawan.
Asal usul Maxima dipertanyakan karena ia merupakan anak langsung dari Jorge Zorreguieta, seorang politikus Argentina yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Pertanian dalam rezim Jenderal Jorge Rafael Videla.
Di Argentina, Videla merupakan pemimpin rezim otoriter yang berlangsung pada 1976 hingga 1981. Ia meraih kekuasaan penuh di negara itu usai mengkudeta Isabel Martinez de Peron.
Kebijakan Videla banyak dikritik karena dianggap sarat pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan secara masif dan sistematis.
Periode kelam Argentina itu kini dikenal sebagai masa "Perang Kotor". Banyak warga Argentina diculik, disiksa, dan dibunuh secara paksa. Saking mencekamnya, orang Argentina punya istilah sendiri untuk menyebut mereka yang tiba-tiba lenyap pada masa Videla, yakni "los desaparecidos".
Ayah Maxima, Jorge Zorreguieta, kemudian dianggap oleh publik Belanda sebagai bagian dari kekejaman rezim Videla di Argentina.
Karena hal itu pula, Jorge Zorreguieta dilarang hadir dalam pernikahan putrinya di Belanda. Seluruh proses pernikahan Maxima dengan Willem-Alexander dilakukan tanpa kehadiran Jorge Zorreguieta.
Sementara itu, di luar kisahnya sebagai Ratu Belanda, Maxima semula meniti karier di bidang keuangan. Pertemuan pertama kali dengan Willem-Alexander juga terjadi ketika Maxima tengah bekerja.
Karier di bidang keuangan itu terus Maxima bangun meskipun telah menjadi Ratu Belanda. Kini, ia tidak hanya dikenal sebagai seorang ratu, tetapi juga sebagai Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Keuangan Inklusif untuk Pembangunan (UNSGSA)
Agenda Kunjungan ke Indonesia
Kedatangan Maxima ke Indonesia kali ini tidak dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Ratu Kerajaan Belanda, melainkan sebagai Advokat Sekjen PBB.Melansir Antara, Maxima memiliki agenda untuk mengikuti sejumlah pertemuan dan kegiatan strategis terkait keuangan inklusif dan kesehatan keuangan masyarakat selama di Indonesia.
Pertemuan itu akan dilakukan Maxima bersama banyak tokoh, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam keterangan Sekretariat Presiden RI, Prabowo dan Maxima akan membicarakan peluang kerja sama antara Indonesia dan PBB.
"Pertemuan Presiden Prabowo dengan Ratu maxima diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi Indonesia dengan PBB dalam bidang keuangan," tulis keterangan Sekretariat Presiden.
Lokasi kunjungan Maxima di Indonesia juga tidak berpusat di Jakarta, tetapi juga beberapa daerah lainnya.
Mengutip laman resmi Royal House of the Netherlands, berikut adalah agenda kunjungan Maxima di Indonesia:
25 November 2025 di Jawa tengah
Maxima dijadwalkan mengunjungi Solo, Jawa Tengah, dan berbincang dengan buruh pabrik garmen, juga berpartisipasi dalam program yang diinisiasi Reimagining Industries to Support Equality (RISE).
Di Jawa Tengah, Maxima juga akan mengunjungi sanggar batik tradisional, menggelar dialog dengan wirausaha perempuan dan para pekerja perempuan terkait keterampilan finansial.
Ia juga memiliki sesi temu dengan kaum muda yang diselenggarakan oleh Women's World Banking. Maxima akan bertemu mereka untuk berbicara tentang pengalaman menggunakan produk dan layanan keuangan.
26 November 2025 di Jakarta
Di Jakarta, Maxima akan mengunjungi kantor PBB untuk berdiskusi dengan organisasi-organisasi pembangunan. Ia juga akan mengunjungi International Finance Corporation, anggota Grup Bank Dunia, untuk membahas pengembangan pinjaman dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan kesehatan keuangan. Maxima juga memiliki jadwal untuk melihat secara langsung program KPR yang diterapkan di Indonesia.
Kemudian, Maxima dijadwalkan mengunjungi Deloitte guna berbincang tentang kontribusi kesehatan finansial karyawan dan klien dengan para pemberi kerja.
27 November 2025 di Jakarta
Hari terakhir, Ratu Maxima dijadwalkan berpartisipasi dalam Acara Kesehatan Keuangan Nasional (National Financial Health Event) yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Agenda Maxima di Indonesia akan ditutup dengan pertemuan dengan Prabowo guna membahas hasil kunjungan Ratu Belanda itu selama di Indonesia.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id


































