Menuju konten utama

Siapa Teguh Arief Indratmoko, Dirut Peruri yang Baru Ditunjuk?

Dirut Peruri saat ini diamanahkan kepada Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko. Ia menggantikan Dwina Septiani Wijaya. Berikut profilnya.

Siapa Teguh Arief Indratmoko, Dirut Peruri yang Baru Ditunjuk?
letjen (purn) Teguh Arief Indratmoko . FOTO/akademi-tni.mil.id
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perum Peruri kini dipimpin pensiunan TNI usai Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko ditunjuk jadi direktur utama (dirut) perusahaan pencetak uang itu. Lantas bagaimana rekam jejak Teguh hingga dipercaya memimpin perusahan percetakan uang negara?

Sebelumnya, penunjukkan Teguh Arief sebagai dirut Peruri itu telah dikonfirmasi pihak manajemen.Teguh Arif ditunjuk jadi Direktur Utama Perum Peruri sesuai surat keputusan yang dikeluarkan Badan Pengaturan (BP)-BUMN tertanggal 15 Juli 2026.

Dengan surat tersebut, pensiunan jenderal TNI itu resmi menjadi Direktur Utama Perum Peruri. Sebelum Teguh, jabatan itu diisi oleh Dwina Septiani Wijaya sejak 2017. Dwina merupakan profesional bidang manajemen investasi dan perbankan.

Penunjukkan Teguh Arief juga telah dikonfirmasi Kepala BP-BUMN cum COO Danantara Dony Oskaria. Dalam keterangannya pada Rabu (15/7), Dony menyebut penunjukan Teguh telah sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Perum Peruri, kata Dony, merupakan perusahaan strategis yang perlu penjagaan khusus. Namun, Dony tak menjelaskan bagaimana sosok Teguh Arief akan kompatibel dengan operasional perusahaan yang tak hanya terbatas pada pengamanan objek vital.

Sebelum jadi Direktur Umum Perum Peruri, Teguh Arief sebelumnya dikenal sebagai Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). GSN merupakan organisasi yang dibentuk pasca Pilpres 2024 dan menjadi tempat bernaung para relawan tim kampanye Prabowo-Gibran selama pemilu.

Profil Teguh Arief Indratmoko dan Rekam Jejaknya

Sebelum kini jadi direktur perusahaan milik negara, Teguh Arief dikenal lewat rekam jejaknya di dinas militer. Ia merupakan bekas perwira tinggi TNI dengan berbagai jabatan strategis, termasuk Komandan Jenderal Akademi Militer.

Teguh merupakan pria kelahiran Banyumas pada 19 September 1965. Ia menjadi tentara setelah lulus Akabri (akademi TNI-Polri pra-Reformasi) pada 1988. Ia tentara seangkatan Dudung Abdurachman, mantan KSAD yang jadi Kepala Staf Kepresidenan RI era Prabowo.

Karier militer Teguh Arief dimulai dari kecabangan infanteri. Ia tercatat pernah menjadi anggota Kopassus, satuan elit TNI Angkatan Darat, dan pernah diterjunkan dalam Operasi Seroja selama pendudukan Timor Leste oleh Indonesia.

Di Kopassus, Teguh juga pernah menjabat sejumlah posisi penting. Beberapa di antaranya adalah Asisten Logistik Komandan Jenderal Kopassus dan Komandan Grup 2/Kopassus. Kedua posisi itu diemban Teguh ketika masih berpangkat kolonel pada medio 2011 hingga 2012.

Kemudian pada 2015, Teguh telah tercatat sebagai Brigadir Jenderal TNI. Mula-mula pangkat ini membuatnya diangkat jadi Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma di Samarinda.

Kemudian pada 2016, di masa kepresidenan Joko Widodo, Teguh ditarik ke satuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Kala itu ia mengemban amanah sebagai wakil komandan untuk satuan ini.

Pada 2017 Teguh mendapat promosi jabatan sebagai mayor jenderal. Teguh kemudian ditarik Panglima TNI kala itu, Hadi Tjahjanto, sebagai staf ahlinya.

Kemudian, pada 2018, Teguh didapuk jadi Panglima Kodam Iskandar Muda untuk Provinsi Aceh. Rekam jejaknya di Aceh turut membawanya ditunjuk jadi Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Darat (Asintel KSAD) era Andika Perkasa pada 2020-2021.

Setelah itu, pada 2021, Teguh meraih promosi pangkat jadi Letnan Jenderal. Kenaikan pangkat ini turut membuat Teguh diplot sebagai Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) pada 2021.

Jabatan sebagai Komandan Pusterad itu diemban Teguh hingga penghujung karier militernya. Ia sempat ditempatkan sebagai Komandan Jenderal Akademi Militer pada 2022 sebelum pensiun pada 2023.

Usai pensiun dari dinas militer, Teguh kemudian tercatat sebagai Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). GSN merupakan organisasi yang dibentuk pasca Pilpres 2024 dan jadi tempat bernaung bagi para relawan pemenangan Prabowo-Gibran dalam pemilu.

Dua tahun pasca Pilpres 2024, di tengah masa pensiun, Teguh kembali mendapat “tugas negara”. Namun, kali ini tugas itu tak terkait dengan senjata atau konflik militer.

Pada 2026, Teguh Arief Indratmoko ditunjuk BP-BUMN sebagai Direktur Umum Perum Peruri. Kepala BP-BUMN Dony Oskaria menyebut penunjukkan Teguh selaras dengan kebutuhan Perum Peruri sebagai perusahaan vital yang perlu dijaga keamanannya.

Baca juga artikel terkait PROFIL TOKOH atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar