tirto.id - Daud Joseph ramai diperbincangkan usai memutuskan mundur sebagai Direktur Utama (dirut) PT Pos Indonesia (Persero). Ia menjabat hanya tiga bulan dan mundur setelah menemukan buruknya tata kelola perusahaan milik negara itu.
Pengunduran diri Daud Joseph dikonfirmasi PT Pos Indonesia pada Kamis (2/7/2026). Menurut Corporate Secretary PT Pos Indonesia Iwan Gunawan, keputusan itu didasari pertimbangan pribadi Daud Joseph.
“PT Pos Indonesia menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi yang telah diberikan,” tutur Iwan.
Keputusan ini mengejutkan karena Daud Joseph baru jadi dirut perusahaan logistik negara itu pada 11 Maret lalu. Dengan pengunduran diri ini, ia aktif menjabat dirut PT Pos Indonesia hanya untuk tiga bulan.
Kemudian, pada Jumat (3/7), Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyatakan Joseph semula diberi tugas untuk memimpin proses pembenahan PT Pos Indonesia. Joseph disebut diberi tugas untuk melakukan uji menyeluruh terhadap kondisi PT Pos Indonesia, termasuk pada kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan.
Setelah tiga bulan melakukan upaya pembenahan itu, kata Danantara, Joseph kemudian menemukan bahwa perusahaan logistik negara itu perlu perombakan “yang menyeluruh dan fundamental”.
"Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental," ujar Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, dalam pernyataan resminya, Jumat (3/7/2026).
Joseph mendapati temuan, Pos Indonesia berjalan dengan berbagai persoalan keuangan hingga tata kelola yang terjadi selama bertahun-tahun. Temuan Joseph juga memuat indikasi adanya berbagai bentuk penyimpangan, termasuk rekayasa keuangan.
Profil Daud Joseph, Dirut PT Pos Indonesia yang Menjabat Hanya Tiga Bulan
Daud Joseph merupakan sosok profesional yang ditarik untuk menukangi sejumlah perusahaan milik negara, baik di tingkat pusat maupun daerah. Namanya pertama kali dikenal publik usai masuk jajaran direksi Transjakarta.
Joseph merupakan lulusan Teknik Metalurgi Universitas Indonesia. Ia merampungkan pendidikan sarjananya itu pada 2001 silam. Setelah itu, Joseph melanjutkan studi magister bidang manajemen di Thunderbird School of Global Management.
Hasil dari Joseph menempuh pendidikan itu juga tampak tergambar dari perjalanan kariernya. Semula, setelah lulus dari UI, Joseph masuk PT Astra International pada 2002.
Pada konglomerasi swasta itu, Joseph bekerja dengan bekal pengetahuan metalurgi yang ia punya. Selama bertahun-tahun hingga 2009, Joseph menapaki jenjang karier hingga jadi National Workshop Operation Head PT Astra International.
Joseph lalu pindah haluan pada 2009. Dari PT Astra International, ia pindah bergabung dengan Sinarmas Agribusiness and Food. Hingga 2014, Joseph merupakan senior manager of transportation di perusahaan tersebut.
Lalu, pada 2014 hingga 2016, jalan karier Joseph meningkat. Kala itu ia dipercaya menjadi Transportation, Maintenance Facilities and Infrastructure Division Head PT Triputra Agro Persada Group.
Pada 2016, Joseph memulai karier di perusahaan milik negara. Kala itu ia ditunjuk sebagai Direktur Operasional Transjakarta. Posisi di perusahaan milik daerah itu diemban Joseph selama tiga tahun dari 2016 hingga 2019.
Joseph kemudian tak lagi menjabat di Transjakarta dan menjadi Presiden Komisaris PT Steady Safe Tbk pada 2021. Pekerjaan sebagai presiden komisaris pada perusahaan transportasi publik itu dilakukan Joseph hingga 2023.
Barulah pada April 2023, Joseph kembali ke Transjakarta. Kala itu ia ditunjuk sebagai Direktur Operasional dan Keselamatan.
Karier Joseph di Transjakarta kemudian diakhiri pada Maret 2026 lalu. Melalui rapat pemegang saham PT Pos Indonesia tertanggal 11 Maret 2026, Joseph ditunjuk sebagai direktur utama perusahaan logistik milik negara itu.
Joseph memiliki tugas untuk membenahi internal PT Pos Indonesia. Namun, tiga bulan setelah ditunjuk, ia memilih mengundurkan diri.
Keterangan BPI Danantara menyebut bahwa masalah yang kini terjadi di tubuh PT Pos Indonesia sudah kelewat kompleks. Temuan Joseph selama jadi direktur utama mengindikasikan adanya persoalan menahun di berbagai sektor, termasuk keuangan dan tata kelola perusahaan.
Joseph kemudian memilih mengundurkan diri. Ia merasa bahwa PT Pos Indonesia lebih membutuhkan sosok dengan keahlian lebih spesifik.
Sebelum mengundurkan diri, Joseph sempat hadir dalam dapat di Komisi VI DPR RI pada 22 Juni lalu. Dalam rapat itu, Joseph menyebut pendapatan usaha PT Pos Indonesia telah anjlok sebesar 20 persen pada 2025.
Joseph juga berujar bahwa pada 2025, PT Pos Indonesia gagal mencapai target realisasi pendapatan usaha sebesar Rp6,2 triliun. Menurutnya, perusahaan itu hanya mampu menghasilkan Rp3,97 triliun atau hanya mencapai 63 persen dari nilai yang ditargetkan.
Anjloknya pendapatan PT Pos Indonesia itu disebut Joseph terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah menurunnya porsi proyek dan program distribusi pemerintah yang selama ini menopang pendapatan logistik perusahaan itu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id





























