Menuju konten utama

Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim & Kekayaannya

Viral di medsos foto-foto istri Gubernur Kaltim, Sarifah Suraidah dengan busana yang menarik perhatian masyarakat. Simak profil & kekayaan Sarifah.

Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim & Kekayaannya
Sarifah Suraidah Abidien Harum. instagram/syarifahsuraidah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Istri Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas'ud, Sarifah Suraidah viral karena foto-foto ia saat menghadiri berbagai acara dengan gaya yang khas hingga menarik perhatian.

Sarifah disorot karena gaya berpakaiannya yang unik. Ia kerap tampil dengan make up bold dan gaya busana bak noni Belanda.

Profil Sarifah Suraidah

Sarifah Suraidah lahir pada 1 Januari 1981 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Ia adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024–2029 dari Partai Golongan Karya (Golkar).

Sarifah terpilih melalui daerah pemilihan Kalimantan Timur pada Pemilihan Umum Legislatif Indonesia 2024 dengan perolehan 71.496 suara.

Sarifah kemudian dilantik menggantikan suaminya, Rudy Mas'ud, yang sebelumnya terpilih sebagai anggota DPR RI namun mengundurkan diri sebelum pelantikan karena maju dalam Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2024.

Rudy Mas’ud kemudian memenangkan pemilihan tersebut dan menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur untuk periode 2025–2030. Dengan latar belakang tersebut, Sarifah menjadi bagian dari keluarga yang sangat berpengaruh dalam politik daerah Kalimantan Timur.

Sarifah dikenal tidak hanya sebagai politisi, tetapi juga sebagai aktivis sosial. Sebelum terjun secara aktif ke dunia politik nasional, ia telah lama terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia merupakan pendiri Harum Center Foundation, sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang kegiatan sosial, pendidikan, serta pengembangan potensi masyarakat. Melalui organisasi tersebut, ia kerap menjalankan program bantuan sosial, kegiatan edukasi, hingga pemberdayaan perempuan dan anak.

Selain itu, Sarifah juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kalimantan Timur, organisasi yang menghimpun para istri kader Partai Golkar untuk melakukan kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Basis dukungannya juga diperkuat oleh jaringan relawan yang dikenal sebagai Bestie Syarifah Suraidah (BSS), yang beranggotakan ribuan relawan yang aktif membantu berbagai program sosial dan kegiatan politiknya di masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, Sarifah Suraidah menempuh pendidikan dasar di SDN 1 Penajam, Kabupaten Pasir (sekarang Penajam Paser Utara) pada tahun 1988–1994. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SLTPN 1 Penajam pada 1994–1997.

Setelah itu, Sarifah menempuh pendidikan kejuruan di SMK Sekolah Perawat Kesehatan Departemen Kesehatan di Balikpapan pada tahun 1997–2000.

Sebelum aktif dalam dunia politik, Sarifah juga memiliki pengalaman di bidang profesional dan bisnis. Ia pernah menjabat sebagai Direktur PT. Barokah Agro Perkasa dari tahun 2014 hingga 2023.

Dalam kehidupan pribadinya, Sarifah Suraidah dan Rudy Mas’ud dikaruniai 13 orang anak. Kehidupan keluarganya sering menjadi sorotan publik karena mereka adalah dinasti politik yang cukup kuat di Kaltim, banyak anggota keluarga yang menduduki posisi penting di pemerintahan daerah.

Selain suaminya yang menjadi Gubernur Kaltim, kakak Rudy yaitu Hasanuddin Mas'ud menjabat sebagai Ketua DPRD Kalimantan Timur periode 2024–2029.

Saudara lainnya yaitu Rahmad Mas'ud menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan sejak 2021. Adik Rudy, Abdul Gafur Mas'ud, pernah menjabat sebagai Bupati Penajam Paser Utara periode 2018–2022.

Selain itu, anggota keluarga lainnya yaitu Syahariah Mas'ud juga menjabat sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur periode 2024–2029 dari Fraksi Golkar.

Harta Kekayaan Sarifah Suraidah

Sarifah Suraidah, membuat laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 22 Maret 2025 sebagai laporan periodik tahun 2024 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Laporan ini merupakan bagian dari kewajiban transparansi pejabat negara untuk melaporkan kekayaan mereka kepada publik.

Berdasarkan data yang dilaporkan, total harta kekayaan Sarifah Suraidah sebelum dikurangi utang mencapai Rp279.213.760.429 (Rp279,2 miliar). Aset tersebut terdiri dari beberapa jenis harta.

Pada kategori tanah dan bangunan dengan nilai total Rp26.500.500.000, ia memiliki beberapa properti, antara lain tanah seluas 100.000 meter persegi di Kabupaten Penajam Paser Utara, serta beberapa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, Samarinda, dan lokasi lainnya yang sebagian besar diperoleh dari hasil sendiri.

Selain itu, terdapat alat transportasi dan mesin senilai Rp250.000.000, yang terdiri dari tiga mobil, yaitu Suzuki X-Over tahun 2007, Honda Freed tahun 2008, dan Honda CRV tahun 2010.

Di samping itu, ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp450.000.000, serta kas dan setara kas yang cukup besar yaitu Rp28.013.260.429.

Salah satu komponen terbesar dalam laporan tersebut adalah harta lainnya yang mencapai Rp224.000.000.000, sedangkan pada kategori surat berharga tidak terdapat nilai yang dilaporkan.

Namun, dalam laporan ini juga tercantum adanya utang sebesar Rp112.694.480.000. Setelah total harta dikurangi dengan jumlah utang tersebut, maka total kekayaan bersih Sarifah Suraidah yang tercatat dalam laporan LHKPN adalah sebesar Rp166.519.280.429.

Baca juga artikel terkait PROFIL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra