Menuju konten utama

Profil Rabbi Eli Schlanger Korban Tewas di Bondi Beach Australia

Profil Rabbi Eli Schlanger, korban tewas dalam insiden tragis di Bondi Beach, Australia. Simak latar belakang, kronologi, dan fakta lengkapnya.

Profil Rabbi Eli Schlanger Korban Tewas di Bondi Beach Australia
Rabbi Eli Schlanger. (Sumber: Fcebook/Eli Schlanger)

tirto.id - Salah satu korban dalam penembakan massal di Pantai Bondi, Australia adalah seorang Rabbi bernama Eli Schlanger. Ia termasuk dalam total 15 orang yang tewas dalam insiden yang terjadi pada Minggu (14/12) malam waktu setempat.

Badan Intelijen Dalam Negeri Australia (ASIO) menetapkan Naveed Akram (24 tahun) dan ayahnya, Sajid Akram (50 tahun) sebagai dua orang pelaku penembakan brutal di Bondi Beach.

Keduanya melakukan aksi tersebut ketika banyak orang sedang berkumpul di Pantai Bondi di hari yang bertepatan dengan hari pembuka dari perayaan Hanukkah, yaitu hari raya umat Yahudi yang berlangsung selama delapan hari.

Siapa Rabbi Eli Schlanger yang Jadi Korban Tewas di Bondi Beach Australia?

Rabbi Eli Schlanger adalah salah satu korban tewas dalam serangan teror di Bondi Beach, Sydney, yang terjadi saat perayaan Hanukkah pada Minggu malam.

Rabbi Eli Schlanger berusia 41 tahun ini lahir di London dan telah menetap di Sydney selama sekitar 18 tahun. Ia mengabdikan hidupnya sebagai asisten rabi di Chabad-Lubavitch Bondi serta menjadi salah satu tokoh utama di balik penyelenggaraan acara tahunan perayaan Hanukkah.

Dikenal luas sebagai “Bondi Rabbi”, Schlanger bukan hanya pemuka agama, namun juga figur yang dekat dengan masyarakat lintas usia. Dilansir laman Chabad, Rabbi Eli Schlanger bertugas sebagai pendeta di Lembaga Pemasyarakatan NSW dan Tahanan Perang NSW. Ia juga menjadi pendeta di Rumah Sakit St. Vincent di Darlinghurst, tempat ia melayani pasien dan keluarga.

Rabbi Eli Schlanger menikah dengan Chayale Ulman, putri Rabbi Yehoram dan Shternie Ulman, direktur Chabad of Bondi dan F.R.E.E. (Friends of Refugees of Eastern Europe) di Sydney.

Dari pernikahan itu, Rabbi Eli dan Chayale dianugerahi lima anak, termasuk bayi laki-laki yang baru lahir dua bulan sebelum tragedi terjadi.

Pada malam serangan, ia tengah berkeliling menyapa jemaat dan membantu jalannya acara ketika dua pelaku bersenjata mulai melancarkan tembakan ke arah kerumunan.

Dilansir AP News, Pemerintah Australia berjanji akan memperketat kembali undang-undang kepemilikan senjata api setelah terjadinya penembakan massal di Bondi Beach, Sydney.

Serangan ini disebut Perdana Menteri Anthony Albanese sebagai aksi teror antisemit dan memicu kemarahan publik karena dianggap menunjukkan lemahnya pencegahan terhadap kejahatan bermotif kebencian.

Sebagai respons, pemerintah mengusulkan sejumlah aturan baru, antara lain pembatasan jumlah senjata yang boleh dimiliki seseorang, peninjauan ulang izin senjata secara berkala, serta penggunaan data intelijen kriminal untuk menentukan kelayakan pemilik senjata.

Dua pelaku, yang diketahui sebagai ayah dan anak, ditembak polisi. Sang ayah tewas di lokasi, sedangkan putranya masih koma di rumah sakit.

Terungkap bahwa sang pelaku memiliki izin senjata selama 10 tahun dan juga memiliki enam senjata secara legal

Baca juga artikel terkait INTERNASIONAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dicky Setyawan