Menuju konten utama

Australia Perketat Kepemilikan Senjata Usai Insiden Pantai Bondi

Pemerintah Australia melakukan pengetatan aturan kepemilikan senjata api setelah insiden penembakan massal di Pantai Bondi.  Apa saja kebijakannya?

Australia Perketat Kepemilikan Senjata Usai Insiden Pantai Bondi
Kendaraan polisi terlihat di jalan setelah insiden penembakan di Pantai Bondi di Sydney pada 14 Desember 2025. Polisi Australia mengatakan dua orang ditahan menyusul laporan beberapa tembakan pada 14 Desember di Pantai Bondi Sydney yang terkenal, dan mendesak masyarakat untuk berlindung. (Foto oleh DAVID GRAY / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan akan menerapkan kontrol lebih ketat lagi terhadap aturan izin kepemilikan senjata api.Hal ini diumumkan setelah rapat Kabinet Nasional pada Senin (15/12/2025).

Para pemimpin negara bagian sudah sepakat mengenai kontrol ketat ini. Pembatasan tersebut meliputi hanya warga negara Australia yang boleh mendapat izin memegang senjata api, termasuk izin tentang jumlah dan jenisnya.

Langkah ini ditempuh setelah terjadinya insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025) yang menewaskan 15 orang dan sedikitnya 40 lainnya terluka. Pelaku menargetkan komunitas Yahudi yang merayakan Hanukkah.

Impor Senjata Api Dibatasi

Pemerintah juga menyatakan, langkah kebijakan akan diawali dengan pembatasan lebih ketat pada impor senjata api dan senjata lainnya. Di dalamnya termasuk pencetakan 3D, teknologi baru hingga peralatan senjata api yang mampu menampung amunisi dalam jumlah besar.

Mengutip CNN, Australia termasuk negara yang cukup ketat dalam mengatur kepemilikan senjata dengan keberadaan beberapa undang-undang. Namun, peraturan yang ada tidak cukup kuat untuk mencegah insiden berdarah.

Saat ini Australia memiliki Undang-Undang Senjata Api Nasional yang disahkan pada tahun 1996. UU ini dibuat hanya dalam hitungan minggu setelah insiden penembakan yang menewaskan 35 orang di Port Arthur, Tasmania, pada tahun 1996.

Kronologi Penembakan Massal Pantai Bondi

Penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, terjadi pada Minggu (14/12/2025) pukul 18.45 waktu setempat. Saat itu berlangsung "Chanukah by the Sea" yang merupakan acara tahunan komunitas Yahudi untuk merayakan malam pertama Hanukkah. Pesertanya sekitar 1.000 orang.

Hanukkah adalah perayaan Yahudi dimulai saat matahari terbenam tanggal 25 Kislev selama 8 hari. Kegiatan ini biasanya berlangsung pada bulan Desember.

Dua pria yang berpakaian hitam dan bersenjata laras panjang lalu mendekati perayaan tersebut. Mereka berjalan dari jembatan penyeberangan ke pantai Bondi.

Keduanya lantas mulai menembaki ke arah para peserta selama lebih kurang 10 menit. Korban-korban mulai berjatuhan.

Mengutip Euro News, para saksi mata menggambarkan keadaan saat itu cukup kacau dan dipenuhi kepanikan. Mereka berusaha menyelamatkan diri di sepanjang pantai dan jalan terdekat. Banyak barang yang ditinggalkan begitu saja.

Aksi salah satu pelaku berhasil dihentikan oleh seorang pemilik kios buah bernama Ahmed al-Ahmed (43 tahun). Ahmed sempat berkelahi dengan pelaku dan mendapatkan dua tembakan yang melukai lengan serta tangannya. Namun ia berhasil merebut senjata pelaku.

"Ada banyak sekali orang yang selamat malam ini berkat keberaniannya," puji Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns.

Dalam insiden ini sebanyak 15 orang tewas dan sedikitnya 40 lainnya terluka, termasuk dua polisi. Usia para korban berkisar dari 10 sampai 87 tahun.

Polisi berhasil mengamankan pelaku yang disebut ayah (50 tahun) dan anak (24 tahun). Sang ayah tewas, sementara anaknya dalam keadaan kritis dan dalam pengawasan pihak kepolisian.

Temukan berbagai informasi dunia internasional dalam tautan berikut:

Kumpulan artikel internasional

Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Aktual dan Tren
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yantina Debora