tirto.id - Kardinal Matteo Zuppi butuh waktu sekitar tujuh jam untuk membaca nama-nama anak konflik Gaza yang menjadi korban Israel-Hamas. Matteo Zuppi dulunya adalah salah satu kandidat Paus pengganti Pope Francis yang meninggal dunia beberapa waktu yang lalu.
Kardinal Matteo Zuppi, Ketua Konferensi Waligereja Italia, saat memimpin sebuah vigil doa pada Kamis, 14 Agustus, sehari sebelum Hari Raya Maria Diangkat ke Surga (Feast of the Assumption) membacakan nama setiap anak yang meninggal dunia akibat konflik Israel dan Hamas.
“Kita sebut nama mereka satu per satu,” ujar Zuppi saat membuka doa seperti diberitakan laman NCR Online.
Zuppi membacakan nama dan usia 16 anak Israel dan 12.211 anak Palestina yang meninggal akibat konflik Gaza. Karena jumlahnya terlalu banyak, Zuppi sampai bergantian dengan puluhan anggota keuskupannya lainnya.
Vigil doa berlangsung di taman Monte Sole di Marzabotto, tak jauh dari keuskupan Bologna.
Profil Matteo Zuppi
Kardinal Matteo Maria Zuppi adalah Uskup Agung Bologna yang lahir di Roma pada 11 Oktober 1955. Ia adalah anak kelima dari enam bersaudara.
Semasa muda, Zuppi sudah terlibat dalam karya sosial saat bergabung dengan Komunitas Sant’Egidio, sebuah gerakan awam yang melayani kaum miskin, imigran, tunawisma, penderita sakit kronis, hingga korban perang.
Setelah menyelesaikan studi filsafat dan sejarah Kekristenan di Universitas “La Sapienza,” Roma, ia melanjutkan pendidikan teologi di Universitas Lateran dan ditahbiskan sebagai imam pada 1981.
Zuppi bergabung dengan Keuskupan Roma dengan menjadi pastor di Basilika Santa Maria in Trastevere, Prefek Wilayah Gerejawi, serta mediator dalam proses perdamaian di Mozambik.
Ia diangkat menjadi Uskup Tituler Villanova dan Uskup Auksilier Roma pada 2012, sebelum akhirnya dipercaya oleh Paus Fransiskus sebagai Uskup Agung Bologna pada 2015.
Sejak 2022, Zuppi menjabat sebagai Presiden Konferensi Waligereja Italia, dan pada tahun 2024 ia juga menjabat sebagai Hakim Mahkamah Agung Vatikan.
Pada Mei 2018, Zuppi menulis sebuah esai untuk edisi bahasa Italia dari buku Building a Bridge karya Pastor James Martin, SJ, seorang imam Yesuit yang dikenal membangun jembatan dialog antara Gereja Katolik dan komunitas LGBT.
Dalam buku itu, Zuppi menuliskan kalimat yang kontroversial.
"Membantu umat Katolik LGBT merasa lebih diterima di dalam Gereja, yang pada akhirnya adalah rumah mereka juga." tulisnya.
Meski mempunyai makna mendalam untuk merangkul semua kalangan sehingga bisa merasa tenang dan nyaman berada di Gereja, namun sikap Zuppi dianggap sebagai pernyataan pro LGBT. Seperti diketahui, Gereja Katolik selama ini dikenal menentang hubungan seksual sesama jenis.
Matteo Zuppi pernah dianggap sebagai kandidat terkuat Paus pengganti Paus Fransiskus yang meninggal dunia pada 21 April 2025. Namun hasil konklaf memutuskan Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat yang terpilih menjadi Paus Baru 2025 dengan nama Paus Leo XIV.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































