tirto.id - Insiden penembakan seorang ibu berusia 37 tahun di Minnesota, AS oleh agen ICE menimbulkan kecaman dan protes keras dari warga setempat. Siapa ICE dan bagaimana kronologi penembakan tersebut?
Beberapa video yang beredar luas di media sosial menunjukkan sebuah insiden yang terjadi pada Kamis, 8 Januari kemarin di Minnesota yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good akibat ditembak oleh agen ICE dari jarak dekat.
Insiden ini memicu gelombang protes dari warga Minnesota yang menyebut ICE telah bertindak sewenang-wenang dan menilai apa yang dilakukan mereka dengan menembak Renee Good adalah hal yang tidak perlu.
Profil ICE Amerika
Immigration and Customs Enforcement (ICE) adalah badan penegak hukum federal di Amerika Serikat yang dibentuk pada tahun 2003 melalui penggabungan elemen investigasi dan penegakan hukum internal dari U.S. Customs Service dan Immigration and Naturalization Service.
Dilansir dari laman resminya, saat ini, ICE memiliki lebih dari 20.000 personel penegak hukum dan staf pendukung yang tersebar di lebih dari 400 kantor di seluruh Amerika Serikat dan dunia.
Badan ini mengelola anggaran tahunan sekitar $8 miliar dolar AS yang difokuskan pada tiga direktorat operasional utama yaitu Homeland Security Investigations (HSI), Enforcement and Removal Operations (ERO), dan Office of the Principal Legal Advisor (OPLA), dengan dukungan dari direktorat keempat, Management and Administration (M&A).
Direktorat Enforcement and Removal Operations (ERO) bertanggung jawab atas penegakan hukum imigrasi di dalam dan di luar perbatasan AS, menargetkan individu yang dianggap berbahaya bagi keamanan nasional, keselamatan publik, atau yang melanggar hukum imigrasi, termasuk penjahat kriminal, anggota geng, dan orang yang kembali masuk secara ilegal setelah dideportasi.
ERO menangani seluruh proses penegakan hukum imigrasi, mulai dari identifikasi, penahanan, transportasi, hingga deportasi ke lebih dari 150 negara. ERO juga bekerja sama dengan INTERPOL dan aparat penegak hukum internasional untuk menangkap pelaku kejahatan luar negeri yang berada di AS.
Homeland Security Investigations (HSI) adalah komponen investigatif utama ICE yang bertugas menyelidiki dan membongkar organisasi kriminal jaringan teroris yang mengancam hukum imigrasi dan bea cukai AS.
Dengan lebih dari 8.700 pegawai, termasuk agen khusus, analis kriminal, dan staf pendukung, HSI memiliki wewenang luas untuk menyelidiki kejahatan lintas batas seperti penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, kejahatan siber, penipuan finansial, dan pelanggaran kekayaan intelektual.
Direktorat Management and Administration (M&A) menyediakan infrastruktur administratif yang penting untuk operasi ICE, termasuk manajemen anggaran, fasilitas, pengadaan, sumber daya manusia, dan teknologi informasi.
M&A memastikan operasional ICE berjalan sesuai hukum federal, mendukung pelatihan, dan memfasilitasi keberagaman serta efisiensi internal. Office of the Principal Legal Advisor (OPLA), yang memiliki lebih dari 1.700 pengacara, memberikan nasihat hukum, mewakili ICE dalam proses deportasi, serta mendukung litigasi terkait kriminal, teroris, dan pelanggar hak asasi manusia.
Office of Professional Responsibility (OPR) menjaga standar profesional ICE melalui inspeksi, penyelidikan, dan manajemen keamanan internal.
Misi utama ICE adalah melindungi AS melalui investigasi kriminal dan penegakan hukum imigrasi untuk menjaga keamanan nasional dan keselamatan publik.
Visi ICE adalah menjadi badan penegak hukum terkemuka di DHS, memitigasi ancaman, dan melindungi masyarakat, sistem imigrasi, perdagangan, perjalanan, dan keuangan.
Kenapa ICE Dikecam Warga Minnesota?
Seperti diberitakan AP News, sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat pada 8 Januari 2026, Renee Nicole Macklin Good, seorang wanita berusia 37 tahun, mengendarai mobilnya, Honda Pilot di sebuah kawasan perumahan bersalju di bagian selatan Minneapolis, dekat beberapa pasar imigran tua.
ICE kala itu sedang melakukan operasi penegakan imigrasi besar-besaran di kota itu, dengan lebih dari 2.000 agen federal dikerahkan. Operasi ini sebagian terkait dengan dugaan penipuan yang melibatkan warga Somalia.
Video yang diambil oleh beberapa saksi menunjukkan seorang agen mendekati SUV milik Good yang berhenti di tengah jalan, meminta pintu dibuka dan mencoba memegang gagang pintu.
Saat mobil mulai bergerak maju, agen ICE lain yang berdiri di depan mobil tersebut langsung menembakkan setidaknya dua kali dari jarak dekat. Namun, tidak jelas apakah mobil Good tersebut menyentuh agen ICE atau tidak.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengatakan jika insiden tersebut adalah bentuk “teror domestik”.
"(Renee Good) berusaha menabrak mereka (petugas ICE) dengan kendaraannya. Seorang petugas kami bertindak cepat dan defensif, menembak, untuk melindungi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya," ujar Noem.
Presiden AS Donald Trump juga sependapat dengan Noem. Ia menilai jika apa yang dilakukan petugas ICE hanya bentuk perlindungan diri.
“Wanita yang berteriak itu, jelas, seorang provokator profesional, dan wanita yang mengendarai mobil itu sangat tidak tertib, menghalangi dan melawan, yang kemudian dengan kasar, sengaja, dan kejam menabrak Petugas ICE, yang tampaknya menembaknya untuk membela diri,” tulisnya di akun Truth Social @realDonaldTrump.
Gubernur Minnesota, Tim Walz membela warganya dan balik menuding ICE sengaja ingin membuat masalah.
“Mereka menginginkan pertunjukan. Kita tidak bisa memberikannya kepada mereka. Kita tidak bisa,” ujar Walz.
Akibat insiden tersebut, tetangga Renee Good menempelkan peringatan di depan rumah mereka jika mereka tidak ingin berbicara dengan media. Mereka juga menuntut keadilan bagi Good dan keluarga yang ditinggalkannya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































