Menuju konten utama

Kronologi Razia Pabrik Hyundai AS: Ratusan Pekerja Ditahan

Otoritas imigrasi AS menggerebek pabrik Hyundai di Georgia, menahan 475 orang, mayoritas warga Korea Selatan. Simak kronologi lengkapnya di sini.

Kronologi Razia Pabrik Hyundai AS: Ratusan Pekerja Ditahan
Pekerja berjalan di dekat kontainer yang mengangkut sel baterai di pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power usai diresmikan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024). Pabrik sel baterai kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara itu dibangun oleh konsorsium perusahaan asal Korea Selatan Hyundai dan LG dengan total investasi senilai Rp160 triliun yang akan diselesaikan secara bertahap. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

tirto.id - Otoritas imigrasi Amerika Serikat (ICE) melakukan penggerebekan di lokasi pembangunan pabrik baterai Hyundai–LG yang berada di Georgia bagian tenggara. Dalam operasi penggerebekan itu, pihak imigrasi AS menangkap ratusan orang yang sebagian besar adalah warga negara Korea Selatan.

Pemerintahan Presiden Donald Trump terus mengupayakan kesuksesan salah satu program Trump yakni deportasi massal. Kali ini otoritas menargetkan pabrik-pabrik besar setelah sebelumnya juga melakukan hal yang sama di peternakan, lokasi konstruksi, restoran, hingga bengkel mobil.

Hyundai Motor Group mulai memproduksi mobil listrik di pabrik senilai $7,6 miliar ini sejak setahun lalu, dan saat ini mempekerjakan sekitar 1.200 orang. Namun, lokasi penggerebekan adalah di lokasi pembangunan baterai Hyundai-LG, sehingga pabrik yang memproduksi mobil listrik tetap berjalan.

Kronologi Pabrik Hyundai di AS Digerebek & Ratusan Orang Ditangkap

Pada Kamis, 4 September 2025, ICE melakukan penggerebekan di dekat pabrik Hyundai Motor Group Metaplant America (HMGMA) yang berlokasi di negara bagian Georgia. ICE mengklaim jika pihaknya telah mengantongi izin untuk melakukan penggeledahan karena menduga ada pelanggaran hukum ketenagakerjaan dan imigrasi ilegal.

Lokasi penggerebekan adalah di tempat pembangunan pabrik baterai Hyundai–LG di Georgia. Petugas meminta pembangunan dihentikan sementara karena proses penyelidikan tersebut.

Seperti diberitakan AP News, pabrik baterai Hyundai-LG adalah perusahaan patungan antara Hyundai dengan LG Energy Solution untuk membangun pabrik baterai yang dijadwalkan baru akan dibuka tahun depan.

Selain melakukan penggerebekan dan meminta konstruksi dihentikan sementara, otoritas AS juga melakukan penangkapan pada total 475 orang yang mayoritas adalah warga negara Korea Selatan.

Steven Schrank, agen utama Homeland Security Investigations (HSI) untuk wilayah Georgia, dalam konferensi persnya mengatakan jika pemerintah AS tidak melakukan penggerebekan secara acak, melainkan berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan selama berbulan-bulan.

Ada dugaan perekrutan tenaga kerja ilegal pada lokasi konstruksi pabrik baterai Hyundai–LG tersebut. Dokumen penggeledahan telah dilimpahkan ke Kejaksaan AS yang masih kesulitan untuk mengetahui siapa pihak perekrut tenaga kerja tanpa izin tersebut.

Respons Korea Selatan terhadap Penangkapan Warganya di AS

Menanggapi 300 orang warga negara Korea Selatan yang ikut ditangkap pada operasi penggerebekan di Georgia, AS pada 4 September kemarin, pemerintah Republik Korea Selatan langsung mengambil sikap dengan melakukan perundingan dengan pemerintah Amerika Serikat.

Korsel menyatakan keprihatinan dan penyesalan atas operasi tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Lee Jaewoong mengatakan jika Kemenlu Korsel lewat diplomat dari Kedutaan di Washington dan Konsulat di Atlanta langsung ditugaskan untuk melakukan perundingan masalah tersebut.

Hasilnya, pihak AS dan Korsel menyepakati sebanyak 300 warga negara Korsel akan dibebaskan dan dipulangkan ke negara asal mereka.

Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan, Kang Hoon-sik, dikutip Politico, mengatakan setelah proses administratif yang tersisa diselesaikan, Korea Selatan berencana untuk mengirim pesawat carter (sewaan) untuk menjemput para pekerja dan memulangkan mereka ke Korea Selatan secepat mungkin.

Baca juga artikel terkait IMIGRASI AS atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra