Menuju konten utama
Profil

Profil Graham Arnold Pelatih Baru Timnas Irak & Formasi Andalan

Graham Arnold merupakan pelatih Timnas Irak di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Simak profil sang pelatih berikut ini.

Profil Graham Arnold Pelatih Baru Timnas Irak & Formasi Andalan
Pelatih Australia Graham Arnold saat pertandingan Kualifikasi Asia Putaran Ketiga Piala Dunia FIFA 2026 antara Australia dan Bahrain di Cbus Super Stadium di Gold Coast, Kamis, 5 September 2024. AAP Image/Dave Hunt/reuters

tirto.id - Profil Graham Arnold pelatih baru Timnas Irak merupakan sosok yang berusaha membawa The Lions of Mesopotamia lolos ke Piala Dunia 2026. Dengan mengusung formasi 4-3-3 sebagai andalan, mampukah Arnold mewujudkan misi itu di bulan ini?

Timnas Irak akan menjalani dua laga menentukan di Grup B ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi Indonesia pada 12 Oktober dan Arab Saudi 15 Oktober. Ambisi lolos ke Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah 1986 akan ditentukan di dua laga tersebut.

Arnold sendiri dipilih oleh IFA atau Asosiasi Sepakbola Irak untuk membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2026. Lantas, siapa sebenarnya Arnold dan apa prestasinya sebagai pelatih?

Pria bernama lengkap Graham James Arnold tersebut merupakan pelatih yang saat ini berusia 62 tahun. Ia lahir di Sydney, Australia, pada 3 Agustus 1963 dan memiliki tinggi badan 179 cm.

Pada masa mudanya, Arnold merupakan striker dengan naluri mencetak gol yang cukup tajam. Berdasarkan statistik, ia pernah membela beberapa tim seperti Sydney United (Australia), Roda JC (Belanda), RFC Liège (Belgia), Royal Cherleroi (Belgia), NAC Breda (Belanda), Sanfrecce Hiroshima (Jepang), dan Northern Spirit (Australia).

Arnold mengawali karirnya sebagai pemain di Sydney United pada tahun 1981-1990. Di sana, Arnold bermain sebanyak 178 pertandingan dan mencetak 69 gol. Satu gelar juara juga tercatat diraih Arnold yaitu NSL Cup 1987.

Kesuksesan di Sydney United membawa Arnold menantang megahnya sepak bola Eropa. Empat tim berbeda ia bela dalam kurun waktu 1990 hingga 1997. Di sana, Arnold total memainkan 215 pertandingan dan mencetak 90 gol.

Sayangnya tidak ada gelar juara yang didapatkan Arnold selama bermain di Eropa. Walau secara catatan pribadi, statistik 0,4 gol per laga di Eropa bukan hal yang buruk untuk ia kenang.

Lepas dari Eropa, Arnold kembali ke Asia dengan membela Sanfrecce Hiroshima di Liga Jepang. Dua musim di sana, Arnold lantas pulang ke Australia dan menutup karir di Northern Spirit. Arnold tercatat pensiun sebagai pemain profesional di tahun 2000.

Di level tim nasional, Arnold mengawali debutnya tahun 1985 saat Australia menang 7-0 melawan Cina Taipei di Kualifikasi Piala Dunia 1986. Satu gol turut dibuat Arnold saat itu. Total, Arnold bermain sebanyak 35 laga dan mencetak 10 gol bagi Socceroos, julukan Timnas Australia.

Lepas sebagai pemain, Arnold didapuk sebagai asisten pelatih Timnas Australia pada 2000 hingga 2006. Ia menjadi asisten pelatih Frank Farina (45 pertandingan) dan Guus Hiddink (13 pertandingan).

Ketika Hiddink lengser dari kursi kepelatihan timnas, Arnold yang ditunjuk sebagai pelatih sementara pada 2006-2007. Arnold memimpin negaranya dalam 12 laga dengan hasil tiga kemenangan, tiga imbang, dan tiga kekalahan. Debutnya cukup bagus saat memimpin Australia menang dari Kuwait 2-0 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2010.

Hanya meraih tiga kemenangan tampaknya menjadi sebab Arnold tidak didapuk sebagai pelatih kepala. Pim Verbeek lantas masuk sebagai pelatih anyar Australia dan membuat Arnold kembali ke jabatan asisten.

Setelah itu ia mencoba peruntungan dengan melatih di level klub. Tercatat ada tiga klub berbeda yang pernah dilatih Arnold yaitu Central Coast Mariners, Vegalta Sendai, dan Sydney FC.

Pintu Timnas Australia lantas terbuka untuk Arnold pada tahun 2018. Selama melatih tim senior, Arnold juga mendapatkan tugas menangani Timnas U23 Australia termasuk yang bermain di Olimpiade 2021.

Sayangnya masa pengabdian Arnold bagi Australia berakhir pada 2024 setelah memimpin tim dalam 56 pertandingan. Menariknya, keputusan memecat Arnold dilakukan setelah Australia ditahan imbang Timnas Indonesia 0-0 di laga matchday 2 ronde 3 WCQ 2026 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Arnold sendiri harus menunggu pekerjaan baru hingga tahun 2025 sebelum ditunjuk melatih Irak menggantikan Jesus Casas. Sejauh ini ia sudah memimpin Irak di empat pertandingan dengan hasil tiga kemenangan dan satu kekalahan.

Satu kekalahan terjadi di laga debut Arnold saat Irak kalah dari Korea Selatan 0-2 di WCQ 2026. Setelahnya ada tiga kemenangan diraih yaitu melawan Yordania di WCQ 2026 serta dua laga uji coba bertajuk King's Cup melawan Hong Kong dan Thailand.

Dari empat laga tersebut, menurut laman Transfermarkt, Arnold sempat memainkan tiga formasi berbeda. Dalam dua laga terakhir ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Korea Selatan dan Yordania, Arnold memainkan formasi 4-2-3-1.

Di dua laga tersebut Ali Al-Hamadi dan Aymen Hussein bergantian mengisi posisi lini depan. Ada beberapa pemain yang selalu menjadi starter dalam dua laga tersebut. Mereka adalah Jalal Hassan, Zaid Tahseen, Osama Rashid, Ibrahim Bayesh, dan Ali Jasim.

Kemudian di King's Cup, Arnold memasang dua skema berbeda. Formasi 4-3-3 ia pasang saat timnya menang 2-1 melawan Hong Kong. Lalu ketika melawan Thailand, Irak bermain dengan formasi awal 4-4-2.

Bayesh dan Tahseen adalah pemain yang selalu menjadi starter dalam empat laga Irak sejak dipimpin Arnold. Melihat tren tersebut, keduanya sangat mungkin menjadi starter lagi saat menghadapi Indonesia akhir pekan ini.

Profil Graham Arnold

Berikut profil Graham Arnold pelatih Timnas Irak:

  • Nama lengkap: Graham James Arnold
  • Tempat lahir: Sydney, Australia
  • Tanggal lahir: 3 Agustus 1963
  • Formasi: 4-3-3 / 4-2-3-1

Karir sebagai pemain:

  • Sydney United (1981-1990): 178 pertandingan, 69 gol
  • Roda JC (1990-1992): 71 pertandingan, 25 gol
  • RFC Liège (1992-1994): 61 pertandingan, 26 gol
  • Royal Cherleroi (1994-1995): 18 pertandingan, 3 gol
  • NAC Breda (1995-1997): 65 pertandingan, 36 gol
  • Sanfrecce Hiroshima (1997-1998): 33 pertandingan, 11 gol
  • Northern Spirit (1998-2000): 47 pertandingan, 5 gol
  • Timnas Australia: 35 pertandingan, 10 gol

Prestasi sebagai pemain:

Sydney United

  • NSL Cup (1987)

Karir sebagai pelatih:

  • Timnas Australia (caretaker 2006-2007): 12 pertandingan, 3 menang, 3 seri, 6 kalah
  • Central Coast Mariners (2010-2013): 112 pertandingan, 54 menang, 29 seri, 29 kalah
  • Vegalta Sendai (2014): 8 pertandingan, 0 menang, 3 seri, 5 kalah
  • Sydney FC (2014-2018): 130 pertandingan, 71 menang, 34 seri, 25 kalah
  • Timnas Australia U23 (2018-2022): 15 pertandingan, 7 menang, 3 seri, 5 kalah
  • Timnas Australia (2018-2024): 56 pertandingan, 36 menang, 7 seri, 13 kalah
  • Timnas Irak (2025-sekarang): 4 pertandingan, 3 menang, 0 seri, 1 kalah

Prestasi sebagai pelatih:

Central Coast Mariners

  • A-League Premiership (2011-12)
  • A-League Championship (2013)

Sydney FC

  • A-League Premiership (2016-17, 2017-18)
  • A-League Championship (2017)
  • FFA Cup (2017)

Timnas Australia

  • OFC Nations Cup (2000)

Baca juga artikel terkait KUALIFIKASI PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Wan Faizal

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Wan Faizal
Penulis: Wan Faizal
Editor: Oryza Aditama