Menuju konten utama

Profil Ermanto Usman Aktivis Buruh yang Jadi Korban Perampokan

Sosok Ermanto Usman aktivis buruh yang menjadi korban perampokan di Bekasi. Sebelum meninggal, Ermanto menyuarakan dugaan korupsi di pelabuhan.

Profil Ermanto Usman Aktivis Buruh yang Jadi Korban Perampokan
Ermanto Usman/Sumber: YouTube Madilog Forum keadilan TV

tirto.id - Aktivis antikorupsi, Ermanto Usman menjadi korban perampokan yang terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).

Kasus ini sedang ditangani oleh Subdit Resmob (Reserse Mobile) dan Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Polisi masih mendalami motif peristiwa tersebut. Belum diketahui siapa dan berapa jumlah pelaku yang terlibat dalam perampokan tersebut.

Sosok Ermanto Usman yang Jadi Korban Perampokan di Bekasi

Ermanto Usman (65) ditemukan tewas di rumahnya di Jatibening, Kota Bekasi. Ia merupakan pensiunan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), anak perusahaan Pelindo.

Ermanto dikenal sebagai salah satu aktivis antikorupsi yang vokal menyuarakan dugaan korupsi di pengelolaan pelabuhan.

Ia pernah muncul dalam akun YouTube Forum Keadilan TV pada 15 Desember 2025 dengan judul "PELINDO BONEKA PT.HUTCHINSON (HONGKONG)... ADA PEMERINTAH DI ATAS PEMERINTAH...!!!".

Ermanto yang juga Ketua Paguyuban Pensiunan Karyawan JICT, menyampaikan kritik terkait kerja sama antara Pelindo dengan Hutchinson Port Holdings (Hong Kong) yang diduga merugikan negara.

Selain itu, menurut Ermanto, audit investigasi BPK tahun 2018 telah menyatakan adanya kerugian negara sebesar Rp4,08 triliun.

Ermanto menyatakan bahwa negara sebenarnya akan jauh lebih untung (sekitar Rp17-25 triliun) jika tidak memperpanjang kontrak dan mengelola pelabuhan sendiri.

Kesimpulannya, Ermanto mendesak pemerintah untuk melakukan tiga hal: mereformasi Pelindo, melakukan audit menyeluruh (keuangan dan kinerja), serta mengusut tuntas kasus korupsi yang terlibat dalam kerja sama JICT ini demi mengembalikan kedaulatan ekonomi negara.

Sejumlah tokoh juga mengucapkan dukacita atas kematian Ermanto, salah satunya adalah M Said Didu yang menyebut Ermanto di akun X pribadinya.

"Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun. Aktivis Ermanto Usman ditemukan tewas dengan bunuh di rumahanya.

Almarhum membongkar kasus korupsi di Pelabuhan Tanjung Priok di Channel YouTube Madilog dah Uncercood. Kasus ini harus dibongkar," demikian tulis Said Didu di X, Selasa (3/3).

Kronologi Perampokan di Rumah Ermanto

Menurut polisi, kronologi kasus perampokan tersebut berawal adanya laporan anak korban terkait perampokan di tempat kejadian perkara (TKP).

"Jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anak perempuannya yang tinggal di situ. Jadi, bertiga mereka tinggal," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal.

Andi menambahkan anak korban yang biasa dibangunkan oleh ibunya untuk persiapan masak dan sebagainya untuk sahur tiba-tiba tidak dibangunkan hingga alarm berbunyi pukul 04.00 WIB.

"Kemudian anak korban akhirnya turun untuk sahur, tapi dia kaget karena rumahnya masih gelap dan tidak ada jawaban saat dirinya memanggil orang tuanya," katanya, dikutip Antaranews.

Melihat situasi tersebut, korban berusaha membuka pintu kamar orang tuanya, namun gagal karena diduga sudah dirusak. Kemudian, anaknya memanggil keluarga lainnya dan berhasil menuju ke TKP dan membuka paksa jendela kamar.

"Saat itulah kedua korban ditemukan dalam kondisi tergeletak, ayahnya berinisial EU (65) ditemukan tewas dan istrinya P (60) kondisinya kritis," kata Andi.

Baca juga artikel terkait KASUS PEMBUNUHAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Sosial Budaya
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra