tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menugaskan Djaka Budi Utama untuk memperbaiki martabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dan mengerek penerimaan negara.
Kendati belum dikonfirmasi jabatan apa yang nantinya bakal diemban Djaka, namun pejabat aktif Badan Intelijen Negara (BIN) itu dikabarkan bakal didapuk menjadi Direktur Jenderal Bea dan Cukai, menggantikan Askolani.
“Hari ini saya dengan Pak Letjen Jaka Budi Utama dipanggil oleh Bapak Presiden. Beliau memberikan banyak arahan,” ujar Sekretaris Deputi bidang Kerjasama Ekonomi dan Investasi di Kedeputian bidang Kerjasama Ekonomi dan Investasi, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Bimo Wijayanto, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).
Bersama Djaka, Bimo juga dipanggil oleh Prabowo untuk mendengarkan arahan terkait hal hal yang perlu dilakukan untuk memperkuat kinerja Direktorat Jenderal Pajak sehingga dapat mendongkrak penerimaan pajak. Ditunjuknya Bimo dan Djaka sebagai pejabat di Kementerian Keuangan sejalan dengan komitmen Prabowo untuk meningkatkan penerimaan perpajakan, sehingga dapat menopang jalannya program-program prioritas Kabinet Merah Putih.
“Saya diberikan mandat nanti sesuai dengan arahan Menteri Keuangan, akan bergabung dengan Kementerian Keuangan, begitu juga dengan Letjen Djaka,” lanjut Bimo.
Sebagai informasi, saat ini Bimo masih aktif sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) yang sejak 18 Oktober 2024 mengemban amanat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN). Sementara di pemerintahan, jabatan terakhir Djaka merupakan Inspektur Jenderal (Irjen) di Kementerian Pertahanan yang menjabat sejak 14 Juni 2024-18 Oktober 2024, menggantikan Budi Prijono.
Dalam perjalanan karirnya, Djaka belum pernah bekerja atau memiliki posisi strategis di kementerian/lembaga (K/L) yang berhubungan dengan sektor keuangan. Meski begitu, karir militer Djaka sudah dimulai sejak 1997, di mana saat itu laki-laki 58 tahun itu bergabung pada cabang infanteri (Kopassus), yang sempat dikatikan dengan Tim Mawar, dalang dibalik penculikan para aktivitas pro-demokrasi hingga 1998.
Selain itu, dia juga pernah bertugas di Danyonif 115/Macan Leuser pada periode 2004-2007, di Dandim 0908/Bontang, di Danrem 012/Teuku Umar pada 2016-2017, dan paling tinggi menjabat sebagai Asisten Panglima TNI pada 2023, setelah sebelumnya Djaka sempat menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Politik, Hukum dan HAM (Polhukam).
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































