tirto.id - Kabar duka datang dari Kejaksaan Republik Indonesia. Eks Wakil Jaksa Agung Darmono meninggal dunia pada Senin, 6 Oktober 2025. Darmono berpulang setelah mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.
Komisi Kejaksaan RI lewat unggahan di akun Instagram @komisikejaksaanriofficial mengabarkan jika Darmono, Wakil Jaksa Agung pada periode 2009-2013 yang juga menjabat sebagai Ketua Tenaga Ahli Jaksa Agung Republik Indonesia meninggal dunia.
Profil Eks Wakil Jaksa Agung Darmono & Kariernya
Darmono lahir di Klaten, Jawa Tengah pada 5 Juni 1953. Dilansir dari "Laporan Keuangan 2011 Kejaksaan RI", Darmono mengawali kariernya sebagai jaksa pada tahun 1981 dengan menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi Kejaksaan Negeri Raba di Bima, Nusa Tenggara Barat.
Seiring waktu, kariernya terus menanjak melalui sejumlah jabatan struktural, antara lain sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman, Kepala Kejaksaan Negeri Cilacap, Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, hingga menduduki posisi penting seperti Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Kepala Kejaksaan Tinggi di dua provinsi yakni Kalimantan Barat dan DKI Jakarta.
Darmono juga pernah menjabat sebagai Inspektur Pidsus Datun, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI (Kapusdiklat), Jaksa Agung Muda Pengawasan, serta Jaksa Agung Muda Pembinaan.
Puncak kariernya di Kejaksaan Agung terjadi ketika ia diangkat sebagai Wakil Jaksa Agung pada 23 Desember 2009, menggantikan Abdul Hakim Ritonga yang mengundurkan diri.
Kemudian, pada 24 September 2010, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung setelah pemberhentian Hendarman Supandji. Namun, jabatan Plt tersebut hanya berlangsung selama dua bulan hingga Presiden secara resmi menunjuk Basrief Arief sebagai Jaksa Agung definitif.
Darmono menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada tahun 1977. Kemudian, ia meraih gelar Magister Manajemen dari STIE IPWI Jakarta pada tahun 2001.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2010, ia berhasil menyabet gelar doktor dalam bidang hukum dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, dengan predikat cum laude.
Selain pendidikan formal, Darmono mengikuti pendidikan jaksa tahun 1980, kemudian Pendidikan Pemberantasan Penyelundupan dan SEPADYA pada 1992, serta Pendidikan Wira Intelijen Strategis pada 1997.
Selain peran di institusi kejaksaan, Darmono pernah menjadi anggota Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, yang salah satunya menangani kasus kontroversial Gayus Tambunan.
Setelah pensiun dari Kejaksaan pada 2013, Darmono melanjutkan kiprahnya di sektor swasta. Ia tercatat menjabat sebagai Komisaris PT Berau Coal sejak 2015 dan kembali diangkat pada RUPS Tahunan perusahaan tersebut pada 10 Desember 2020 hingga akhir masa jabatannya pada 2025.
Darmono wafat pada 6 Oktober 2025 dalam usia 72 tahun karena sakit. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui penyakit apa yang diderita oleh Darmono.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dicky Setyawan
Masuk tirto.id
































